Bondowoso, Media Al-Ishlah – Senin (30/06/2025) Malam di Lapangan Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso terasa berbeda. Langit cerah, lampu sorot menyala, dan ratusan pasang mata tertuju pada panggung utama. Tepat pukul 20.00 WIB, agenda tahunan paling dinanti, Drama Arena, resmi dimulai. Kelas 5 KMI tampil sebagai pemeran utama, menyuguhkan malam yang memadukan semangat, seni, dan pesan moral yang dalam.
Baca Juga: Pembukaan Usbu’ut Ta’aruf

Jabbawockeez, salah satu penampilan DA 534 (Foto: Dhani)
Diawali dengan Hadroh yang menggema syahdu. Disambung oleh MC yang tampil dengan gaya segar dan santun, lantunan ayat Al-Quran dan doa membuat suasana menjadi khidmat dan menyentuh hati.
Selanjutnya adalah menyanyikan lagu oleh tim paduan suara Al-Ishlah, sambutan-sambutan dari ketua panitia, ketua pengasuhan dan pimpinan pondok, hingga penampilan seni modern dan tradisional.
Ada grand opening yang membakar semangat, step dance yang penuh energi, serta colour guard yang tampil memukau dengan koreografi dan warna bendera yang menawan.
Tak ketinggalan, tari tradisional, seni tapak suci, jabbawockeez, dan akrobatik, disusul oleh campur sari yang mengajak penonton bernostalgia dalam nuansa budaya Jawa. Nasyiddan puisi, memperlihatkan bahwa santri tak hanya piawai dalam kitab, tapi juga dalam seni ekspresi jiwa, sehingga membuat penonton terpukau dengan rentetan acara.

Suasana penampilan drama DA 534 (Foto: Dhani)
Namun, yang paling menyita perhatian adalah penampilan drama. Dibawakan dengan penuh totalitas oleh santri kelas 5 KMI, drama ini mengisahkan dua tokoh santri berbeda karakter, satu unggul dalam akademik namun kesulitan dalam komunikasi dan bahasa, sementara yang lain ahli berbahasa namun lemah dalam aspek akademik.
Baca Juga: Pengajian Tafsir ke-140: Pondok Al-Ishlah Tegaskan Islam adalah Jalan Terang Tanpa Paksaan
Puncaknya, drama arena ini menggambarkan bagaimana di masa depan, keduanya tumbuh menjadi figur penting, satu sebagai ustadz yang bijak dan berilmu, dan yang lain sebagai anggota dewan yang cakap berkomunikasi dan membawa perubahan positif. Sebuah pesan kuat bahwa perbedaan bukanlah hambatan, melainkan kekuatan jika disatukan dalam visi dan akhlak yang sama.

Pemberian cinderamata kepada Pimpinan Pondok Abi K.H. Thoha Yusuf Zakariya, Lc.(Foto:Dhani)
Selain itu, penonton juga diajak mengenal lebih dalam tentang sejarah dan nilai-nilai Pondok Pesantren Al-Ishlah, serta sosok yang sangat dicintai para santri yaitu pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlah K.H. Thoha Yusuf Zakariya, Lc,.
Baca juga: Khutbatul Arsy Tahun Ajaran Baru 2025/2026 M.
Acara malam itu ditutup dengan sesi pemberian cinderamata yang sangat spesial. Para santri kelas 5 KMI secara simbolis menyerahkan figura unik bergambar wajah pimpinan Pondok yang terbuat dari serat kain, sebuah karya seni penuh detail dan makna.
Reporter: Insan Kamil Adz-Dzikri
Fotografer: Muhammad Alfin Nur Ramadhani
Editor: MR Ridho




