
Bondowoso, Media Al-Ishlah – Jum’at, (17/04/2026) Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso kedatangan tamu spesial dalam rangka Safari Syawwal 1447 H. Ia adalah Ustadz Muzammil Hasballah, S.T., seorang hafidz, qori’, dan da’i yang namanya termasuk dalam daftar The Muslim 500 sebagai tokoh Muslim berpengaruh dunia tahun 2025. Kegiatan berlangsung di Masjid Kembar Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso dan dihadiri oleh seluruh santri, para asatidz, beserta jama’ah.
Baca Juga: Mengapresiasi Dedikasi Santri melalui Pembagian Hadiah Murajaah ‘Ammah dan Hifdzun Nushus
Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan do’a. Dilanjutkan dengan sambutan singkat dari Gus Zaky Zeynel Abidin mewakili pimpinan pondok, Abi K.H. Thoha Yusuf Zakariya Ma’shum, Lc., yang berhalangan hadir sehingga tidak dapat mendampingi para hadirin secara langsung.

Memasuki inti acara, kajian Qur’an disampaikan oleh Ustadz Muzammil Hasballah, S.T., diawali dengan menjelaskan ayat:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Artinya : “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku (Allah).”(QS. Az-Zariyat: 56).
Allah menciptakan jin dan manusia hanya untuk beribadah kepada-Nya, bukan untuk yang lain. Maka niatkan pekerjaan apapun yang kita lakukan lillah agar bernilai ibadah. Contohnya seperti berdakwah. Apa itu dakwah? Mengajak orang kepada kebaikan. “Percayalah! Allah telah memberikan potensi kepada kita berbeda-beda. Maka dari itu kita harus mencari apa potensi kita sebenarnya,” jelasnya kepada para hadirin.
Baca Juga: Semarak Al-Ishlah Games 2026!
Selanjutnya, ia menjelaskan tentang pemuda yang sebenarnya. “Definisi pemuda yang dijelaskan di dalam Al-Qur’an:
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنۢ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنۢ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً

Allah menjelaskan bahwa diri-Nya telah meciptakan manusia dalam keadaan lemah, setelah itu menjadi kuat, kemudian dijadikannya lemah kembali. Yang berada di posisi tengah dalam keadaan kuat itulah seorang pemuda,” terang Alumnus Teknik Arsitektur ITB itu.
Sebelum menutup tausiyahnya ia menerangkan, “Anak muda yang keren itu adalah anak muda yang kuat imannya, bukan yang bagus outfitnya, fisiknya, dan juga bukan yang paling banyak followersnya di media sosial!”
Baca Juga: Pengajian Rutin Bulanan Tafsir Jalalain “Tambhena Ate” Ke-149
Acara tersebut menjadi momen berkesan bagi semua yang hadir, karena dapat bertemu langsung dengan qori’ yang biasanya hanya bisa mendengar suaranya dari medsos dan mendapatkan ilmu dari kisah-kisah dalam Qur’an yang dibahasnya. Acara pun ditutup dengan do’a yang dipimpin oleh Gus Ahmad Jaisyu Muhammad.

Reporter: Insan Kamil adzikri
Fotografer: Yardan Rafha H., Adly Fahreza R.H.
Editor: Rizal Dwi Arifaldana




