
Bondowoso, Media Al-Ishlah – Rabu, (20/05/2026) Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso mengadakan Shilaturrahim Ulama’ dan Tokoh dalam rangka mempererat Ukhuwah Islamiyyah dan Ukhuwah Wathaniyah, di Gedung Serba Guna (GSG). Acara ini dihadiri oleh beberapa ulama’ dan tokoh, khususnya dari wilayah Jawa Timur, dan mendatangkan dua tokoh nasional sebagai narasumber, yaitu Dr. Ir. H. Muhammad Said Didu dan Dr. Anton Permana, S.IP., M.H.
Baca Juga: Ujian Lisan sebagai Ajang Memperkuat Pemahaman Santri!
Acara dibuka oleh MC, dan berlanjut dengan menyanyikan bersama lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan khidmat. Disusul dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Fabian Tirtha Alif, santri kelas 4 KMI Putra, dan pembacaan do’a oleh Ustadz Azhar Muhammad Nasrullah Tamami, Lc., untuk mendatangkan keberkahan dan kelancaran dalam acara.

Bapak Pimpinan Pondok, Abi K.H. Thoha Yusuf Zakariya Ma’shum Lc., dalam sambutannya menegaskan bahwa perkumpulan ini adalah bentuk nyata dari kepedulian para ulama’ dan tokoh terhadap bangsa dan negara yang kita cintai ini. “Kumpulnya kita pada pagi hari ini, karena berangkat dari kegelisahan dan keprihatinannya para kiai atas masalah-masalah yang terjadi di negara kita ini,” jelasnya.
Baca Juga: Menuju Generasi Berilmu: Ujian Lisan Akhir Semester II 2025/2026 M.
Selanjutnya, acara dipandu oleh moderator. Dr. Said Didu pun memaparkan materinya dihadapan para hadirin. Ia menjelaskan bahwa masih banyak aset negara yang ilegal dan dikuasai oleh oligarki hingga merugikan bangsa dan negara. Bapak Presiden pun sedang berusaha menyelamatkan dan mengembalikan kedaulatan pada rakyat. “Kita tetap berada di jalan menyelamatkan bangsa,” tegasnya.
Dr. Anton pun memaparkan catatannya mengenai beberapa fenomena yang belakangan ini terjadi di negara kita. Ia membahas tuntas isu-isu yang beredar di media sosial. Pengamat politik itu mengajak untuk bijak dalam mengelola informasi yang kita dapat. Karena saat ini, peperangan yang terjadi bukanlah menggunakan senjata, melainkan dengan penyebaran informasi yang sangat beragam. “Jangan sampai kita terprovokasi,” serunya kepada para hadirin.

Sebelum memasuki sesi diskusi dan tanya jawab, moderator memberikan kesempatan kepada K.H.R. Ali Badri Zaini, tokoh masyarakat, ulama, dan sesepuh Madura terkemuka. Ia menyampaikan bahwa sebagai generasi penerus, seharusnya kita selalu menanamkan semangat juang dalam diri kita dan pada calon penerus kita nantinya. “Sukses itu ada kuncinya,” jelasnya. Ia kemudian menuturkan bahwa jika kita berjuang demi kepentingan umat, maka keberhasilan akan menunggu. Sebaliknya, saat kepentingan individu yang dikedepankan, maka kegagalanlah yang menunggu.
Baca Juga: Karantina Tahfidz Menjadi Agenda Penuh Semangat bagi Santri Tahfidz
Memasuki sesi diskusi, berbagai pertanyaan diajukan oleh para hadirin. Semua pun terjawab tuntas oleh Dr. Said Didu dan Dr. Anton. Pada akhir sesi, keduanya memberikan close statement kepada para hadirin. “Jangan pernah kita terikat dengan figur atau sosok, tapi kita harus selalu terikat dengan nilai-nilai kebenaran,” ujar Dr. Anton mengajak para hadirin agar selalu konsisten dalam memperjuangkan kebenaran. “Tetaplah optimis,” imbuh Dr. Said Didu.
Acara berakhir dengan penyerahan cinderamata dan sesi foto bersama.

Reporter: M. Alfino E.H.
Fotografer: Adly Fahreza R.H.
Editor: M.R. Ridho




