
Bondowoso, Media Al-Ishlah – Ahad, (18/05/2026) Kulliyatul Muballighien Al-Islamiyyah (KMI) Putra menyelenggarakan kegiatan Karantina Tahfidz yang diikuti oleh santri program tahfidz dari kelas 1-3 KMI. Kegiatan ini menjadi momen yang mendorong para santri tahfidz untuk semakin semangat dalam menambah serta menjaga hafalan mereka hingga mencapai target yang telah ditentukan. Demi mengikuti kegiatan tersebut, para santri tahfidz pun rela meninggalkan sementara kegiatan ekstrakurikuler yang biasa mereka ikuti.
Baca Juga: Jelang Idul Adha 1447 H, Panitia Qurban Al-Ishlah Bondowoso Mulai Matangkan Persiapan
Kegiatan karantina dibuka di Taman Hadiqotul Qur’an dengan suasana malam yang sejuk dan nyaman. Seluruh jajaran asatidz senior serta santri tahfidz turut hadir dalam acara tersebut, sehingga menambah kekhidmatan dan semangat para peserta selama kegiatan berlangsung.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ustadz Hilmy Sofyan, M.Pd., selaku penanggung jawab kelas tahfidz. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Ustadz Nahrawi beserta jajaran panitia yang telah memberikan fasilitas dan dukungan demi terselenggaranya kegiatan tersebut dengan baik.
Baca Juga: Ujian Lisan sebagai Ajang Memperkuat Pemahaman Santri!
“Saya sangat berterima kasih kepada Ustadz Nahrawi beserta jajarannya yang telah memberikan fasilitas yang cukup lengkap serta turut hadir dalam acara yang sederhana ini,” ujar alumnus KMI Al-Ishlah angkatan ke-17 tersebut.

Ustadz Muhammad Nahrawi, M.Pd., selaku Mudier KMI Putra, dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa Al-Qur’an merupakan kalamullah yang penuh keberkahan. Berkat kemuliaan Al-Qur’an, Malaikat Jibril menjadi pemimpin para malaikat karena ialah yang mendapat amanah menurunkan wahyu kepada Rasulullah SAW.
Baca Juga: Menuju Generasi Berilmu: Ujian Lisan Akhir Semester II 2025/2026 M.
Ustadz Nahrawi juga menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW menjadi nabi dan rasul paling mulia karena menerima dan menyampaikan ayat-ayat Al-Qur’an kepada umat manusia. Selain itu, Makkah dan Madinah menjadi kota yang istimewa karena menjadi tempat turunnya wahyu Al-Qur’an.
“Karena keberkahan Al-Qur’an, kalian kelak akan menjadi hamba-hamba pilihan Allah. Kalian adalah bagian dari orang-orang yang diberi kemuliaan untuk menghafal Al-Qur’an,” ujar Mudier KMI Putra tersebut.

Usai tausiyah, acara dilanjutkan dengan sesi penutupan yang dipandu oleh MC, kemudian diakhiri dengan dokumentasi bersama seluruh jajaran asatidz dan musyrif.
Reporter: Hafizh Ahza M.P.
Fotografer: Adly Fahreza R.H.
Editor: Rizal Dwi Arifaldana




