
Bondowoso, Media Al-Ishlah – Ahad, (07/12/2025) Panitia Pelaksana Program Niha’ie Kulliyatul Muballighien wal Muballighaat Al-Islamiyyah (KMI) Putra dan Putri mengadakan Pembukaan Pelatihan Pembuatan Jurnal di Masjid Kembar Pondok Pesantren Al-Ishlah. Acara ini diikuti oleh seluruh santri kelas akhir KMI Putra dan Putri yang menjalani masa liburannya dengan bermukim di pondok.
Baca Juga: Sosialisasi Pencegahan Penyakit Menular untuk Kesehatan Optimal

Ustadz Muhammad Nahrowi, S.Pd., selaku Mudier KMI Putra menyampaikan sambutannya. “Hal ini merupakan gebrakan baru karena pendidikan itu tidak stagnan dan harus mengikuti perkembangan zaman,” jelasnya kepada para santriwan dan santriwati kelas akhir KMI. “Takdir itu sejalan dengan pola pikir kita,” tambahnya.
Baca Juga: Waktu untuk Hilangkan Penat dan Rindu Keluarga
Pembuatan Jurnal ini adalah bentuk baru dari program penulisan karya ilmiah Paper sebagai salah satu syarat kelulusan santri kelas akhir KMI. Jurnal dipilih karena eksistensinya sebagai karya ilmiah yang paling umum dan efisien di dunia pendidikan. Maka, sebagai anak muda kita harus mengupgrade diri mengikuti perkembangan zaman yang ada.

Senin-Selasa, (08-09/12/2025) santri Niha’ie Putra yang terbagi dalam tiga kelompok mengikuti pelatihan pembuatan Jurnal secara bergantian di Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Al-Ishlah. Pembuatan Jurnal oleh santri kelas akhir KMI ini mengangkat tiga tema pembahasan, yaitu: Tauhid, Fiqih, dan juga Sejarah Islam.

Ustadz Wahyudi Muthallib, S.Pd., dan Ustadz Ahmad Mujahidin, S.Pd., selaku pembina dalam pelatihan pembuatan Jurnal santri Niha’ie Putra menjelaskan tahapan-tahapan dalam membuat Jurnal secara rinci.

Baca Juga: Rihlah Dakhiliyah: Kebersamaan yang Menghidupkan Kreativitas
Adapun santri Niha’ie Putri akan mengikuti pelatihan pembuatan Jurnal, setelah mengikuti agenda Rihlah Dakhiliyah dan Pelatihan Mengurus Jenazah di dalam Kampus Putri.
Reporter: M. Alfino E.H., M. Salim
Fotografer: Yardan R.H., Alief M.H.
Editor: Rizal Dwi Arifaldana




