
Bondowoso, Media Al-Ishlah – Gema takbir, tahmid dan tahlil dikumandangkan. Memecah keheningan pagi di Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso. Rabu, 27 Mei 2026 bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1447 H., Pondok Pesantren Al-Ishlah melaksanakan shalat Idul Adha di Lapangan Utama Pondok Pesantren Al-Ishlah. Dihadiri oleh keluarga besar pondok, jajaran pengurus yayasan Al-Ishlah, seluruh santri putra dan putri, muslimin dan muslimat Singapura serta jama’ah.
Pelaksanaan shalat Idul Adha dimulai pukul 06.15 WIB, yang diimami oleh K.H. Yasin Dhia Ul-Haq, M.A., putra pertama dari Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlah, Abi K.H. Thoha Yusuf Zakariya Lc., dengan membaca surat Al-A’la di rakaat pertama dan Al- Ghosyiyah di rakaat kedua.
Baca Juga: Fantastis! Ponpes Al-Ishlah Tetap Kuasai Rekor: Tahun Ini Qurban 948 Ekor Hewan
Usai shalat dilaksanakan, dilanjut dengan khutbah Idul Adha oleh K.H. Yasin Dhia Ul-Haq, M.A. Diawali dengan takbir sebanyak 7 kali, kemudian ia menyampaikan bahwa hari raya Idul Adha mengingatkan kita kepada makna keikhlasan, ketaatan dan pengorbanan.

Dalam khutbahnya, ia menegaskan bahwa Allah itu Maha Adil. Sebab di kala sebagian muslim sedang melaksanakan Ibadah Haji dan wukuf di Padang Arafah, pada 09 Dzulhijjah, muslim yang belum bisa wukuf di Padang Arafah diberi kesempatan untuk melaksanakan puasa Arafah. Yang pahalanya disebutkan dalam hadits riwayat Muslim,
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ
Artinya: “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang.”
Baca Juga: Makna Keikhlasan Warnai Sholat Idul Adha di Ponpes Al-Ishlah
Ia juga memaparkan, bahwa ketika wukuf di Padang Arafah merupakan hal yang sangat luar biasa, “Arafah bukan hanya tempat berkumpulnya manusia, tetapi juga menjadi gambaran kecil tentang padang mahsyar,” tegasnya.
Putra Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlah itu juga menyampaikan tentang Allah telah menurunkan Surat Al-Maidah ayat 3, yang membahas tentang sempurnanya agama Allah ketika Haji Wada’. Ayat itu menjadi penegas bahwa Allah telah menyempurnakan Agama-Nya dan nikmat-Nya serta sebagai penegasan bahwa Islam telah Dia ridhoi.

Baca Juga: Selepas Shalat Idul Adha, Dokter Hewan Pastikan Kelayakan dan Kesehatan Hewan Qurban
Qurban tak hanya mencakup penyembelihan dan membagikan daging, akan tetapi ibadah qurban juga memberikan suatu pelajaran kepada umat Islam untuk selalu menghadirkan ketaatan, keikhlasan dan pengorbanan untuk meraih ridho-Nya. Sebab dari sanalah umat Islam diajarkan untuk ikhlas dalam mengharapkan ridho Allah dengan meninggalkan harta duniawi.
Khutbah ditutup dengan do’a, memohon agar ibadah qurban dapat mendekatkan diri kepada Allah dan mendatangkan kebaikan bagi seluruh donatur qurban dan penerimanya. Termasuk juga, mendoakan kaum muslimin yang tertindas, yang kehilangan apa yang dimiliki dari keluarga, harta benda, agar terus kuat dengan pertolongan, keselamatan dan rasa aman dari Allah Ta’ala. Aamiin.
Reporter: Luthfiyah Hanun Makarim
Fotografer: Adly Fahreza Rahadian Hutomo
Editor: M.R. Ridho




