
Bondowoso, Media Al-Ishlah – Hampir genap setahun kegiatan belajar mengajar di Kulliyatul Muballighien Al-Islamiyyah (KMI) Putra berlangsung. Untuk mengevaluasi hasil pembelajaran, para santri kelas 1-5 KMI Putra dihadapkan dengan Ujian Akhir Semester II yang terdiri dari dua jenis ujian, yaitu Al-Imtihan Asy-Syafahi (ujian lisan) dan Al-Imtihan At-Tahriri (ujian tulis).
Baca Juga: Tuntaskan Pendidikan di KMI, Santri Akhir Hadapi Ujian Niha’ie Gelombang Kedua
Sabtu, (16/05/2026) para santri mulai mengikuti ujian lisan yang akan dilaksanakan selama enam hari. Pada ujian lisan ini, panitia ujian membagi setiap kelas ke dalam empat kelompok dan terdapat empat jenis materi yang akan diujikan.

Keempatnya adalah Bahasa Arab 1 (Mahfudzot, Muthola’ah, Muhadatsah, dan Tarjamah), Bahasa Arab 2 (Nahwu, Shorof, Balaghah, dan Tamyiz), Bahasa Inggris (Grammar, Reading, Transleting, Wise Words, dan Conversation), serta Al-Qur’an dan Fiqih (Tajwid, Fiqih atau Ibadah ‘Amaliyah, Hadits, dan Do’a Harian).
Baca Juga: Waktunya Membuktikan Hasil dalam Setahun Belajar!
Sembari menunggu gilirannya untuk memasuki ruangan ujian, para santri membaca dan memahami seluruh materi yang akan diujikan dengan tekun. Para penguji yang terdiri dari santri kelas akhir KMI dan dewan asatidz menguji mereka secara bergantian, sehingga ujian berjalan dengan lancar dan juga kondusif.

Baca Juga: Jelang Idul Adha 1447 H, Panitia Qurban Al-Ishlah Bondowoso Mulai Matangkan Persiapan
Selain untuk mengetahui kadar pemahaman santri, ujian lisan ini juga untuk melatih mental, keberanian, dan keterampilan berbicara para santri. Tak hanya sekadar paham, tapi mereka dibimbing agar dapat menjelaskan kembali apa yang mereka pahami. Hal itu yang nantinya akan membuahkan rasa percaya diri pada santri. Karena tingkat tertinggi dari kesuksesan dalam pembelajaran adalah paham dan dapat menjelaskannya kembali pada orang lain.
Reporter: M. Alfino E.H.
Fotografer: M. Fadel G.S.
Editor: Ahmad Setiawan




