
Bondowoso, Media Al-Ishlah – Memasuki hari ketiga kegiatan Training of Leadership (TOL), panitia TOL kembali mengadakan sesi pelatihan pada Jum’at, (31/07/2026) yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG).
Kegiatan ini dilaksanakan untuk melatih kedisplinan, tanggung jawab, serta rasa percaya diri santriwati kelas 5 KMI yang akan menjadi pengurus Organisasi Santri Pondok Pesantren Al-Ishlah (SILAH) Putri.
Dimulai pada pukul 08.20 WIB, sesi pelatihan kali ini mengundang Ustadz Angga Mahardika sebagai pemateri, “Sesibuk apapun, sesusah apapun, jika Al-Ishlah memanggil maka harus datang,” ujar alumnus Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso tersebut sebelum memberikan materi.
Mengusung tema, “Dari Pengasuhan Menuju Kepemimpinan,” Ustadz Angga menjelaskan bahwa pengasuhan adalah pemberian kasih sayang, menjaga, melindungi, memenuhi kebutuhan dasar anak dengan penuh cinta dan tanggung jawab, sehingga dapat membentuk kepribadian anak menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Lebih lanjut, tujuan utama dari adanya pengasuhan adalah melahirkan generasi gemilang dan pemimpin-pemimpin berkualitas yang bahkan lebih baik dari pemimpin saat ini.

Lulusan UIN KHAS Jember tersebut melanjutkan bahwa sebagai seorang manusia, seseorang harus husnudzon (berprasangka baik) kepada 3 hal, yakni Billahi (kepada Allah), Binnaasi (kepada manusia), dan Binnafsi (kepada diri sendiri), serta meninggalkan 4L, yaitu lemas, lemah, letih, dan lesu.
Selain itu, Ustadz Angga juga menyampaikan kualifikasi kapasitas kepemimpinan, yaitu IPAI (Inisiatif, Positif, Apresiasi, dan Improvisasi).
Baca Juga: Menjadi Hamba Allah yang Amanah, Mengkaji Kisah inspiratif Para Pemimpin Wanita Surga
Ustadz Angga menjelaskan bahwa sebagai seorang pemimpin yang baik, seseorang memerlukan inisiatif untuk memperbaiki, menasehati, serta mengajak anggota mengadakan sesuatu atau merubah keadaan, yang dari titik itulah seorang pemimpin dapat berkembang.
Setelah inisiatif, diperlukan juga sikap positif. Karena tidak akan berjalan dengan baik sebuah pekerjaan, jika individu yang menjalankannya saja tidak yakin dan percaya dengan potensi dirinya sendiri.
Apresiasi, juga diperlukan agar setiap anggota merasa lebih percaya diri terhadap kemampuan mereka dan semangat untuk terus berkembang dan belajar.
Baca Juga: Ngaji Literasi Bersama Ahmad Rifa’i Rif’an
Terakhir, improvisasi. Seorang pemimpin juga harus mengintropeksi diri dari setiap saran, kritik bahkan cemoohan yang ia dapatkan dari orang lain, “Insyaa Allah, jika kita menguasai IPAI anggota-anggota akan luluh dan taat kepada kita, karena kita sudah berusaha memahami serta belajar bersama dengan baik,” ucapnya di penghujung acara.

Sesi pelatihan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan pemberian hadiah bagi peserta yang dapat menjawab pertanyaan pemateri. Menambah kembali antusiasme santriwati kelas 5 KMI dalam mengikuti pelatihan. Kemudian, acara ditutup dengan pemberian seritifikat kepada Ustadz Angga Mahardika serta sesi potret bersama.
Reporter: Aida Shofia
Fotografer: Intana Lady F.H.
Editor: Qonita Husna Zahida




