
Bondowoso, Media Al-Ishlah – Sesi pelatihan kembali menyapa pagi peserta TOL (Training of Leadership) pada Ahad, 02 Agustus 2026 di Masjid Kembar Putri Pondok Pesantren Al-Ishlah dengan mengundang Ustdzah Alfiyah Agraini, S.Psi., sebagai pemateri.
Baca Juga: Merah Putih dalam Kreativitas: Semarak Lomba Mewarnai Gipsum Grujugan
Pada kesempatan yang telah diberikan, ibu dengan satu orang anak ini bertanya kepada seluruh peserta, “Mengapa leader harus belajar psikologi?”
Jawabannya tak lain adalah karena seorang leader bukan sekedar mengatur, akan tetapi harus dapat memahami, membangun hubungan, mendengarkan, serta mengembangkan potensi setiap anggotanya.

Alumna Pondok Pesantren Al-Ishlah ini juga menjelaskan bahwa dalam ilmu psikologi, setiap remaja akan mengalami masa transisi dari anak-anak menuju dewasa dan mengalami perubahan pada otak, emosi, sosial, fisik serta identitas. Di samping itu, kesalahan leader dalam memimpin remaja adalah terlalu mengontrol, membandingkan, dan memarahi anggota di depan umum.
Baca Juga: Debut Langsung Juara! SD Plus Al-Ishlah Raih Juara Gerak Jalan Kabupaten Bondowoso
Akibatnya, remaja yang mendapat perlakuan seperti itu dapat merasakan perasaan tidak dihargai, kehilangan percaya diri, takut berpendapat dan menjadi kurang terbuka pada siapa pun. Lebih parah lagi, jika hal demikian terjadi terus menerus, akan muncul sikap pasif atau memberontak pada diri remaja.
Narasumber pun memberikan tips, How To Be Lovely Leader? (Bagaimana menjadi pemimpin yang dicintai) dengan menggunakan metode L.E.A.D: Listening (mendengarkan anggota), Empathize (berempati kepada anggota), Appreciate (mengapresiasi keberhasilan anggota), and Develop (mengembangkan potensi anggota).
Baca Juga: Mengayuh Becak Tua di Usia Senja: Bapak Slamet Terima Paket Beras dari Laziswaf Al-Ishlah
Sebelum mengakhiri pelatihan dengan sesi tanya jawab, pemateri memberikan tips kepada calon pengurus periode 2026-2027 untuk selalu membangun komunikasi yang efektif dengan anggota, mengelola emosi dan konflik dengan baik, serta meningkatkan motivasi dan kualitas diri.

Rangkaian sesi pelatihan ini pun berakhir dengan pemberian sertifikat penghargaan sebagai pemateri kepada Ustadzah Alfiah Agraini serta pengambilan sesi foto bersama. –
Reporter: Meta Pati Syahrani
Fotografer: Intana Lady Fajriel H.
Editor: Qonita Husna Zahida




