
Bondowoso, Media Al-Ishlah — Senin, (19/01/26) Untuk mengenang peristiwa besar umat Islam, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Ishlah Bondowoso mengadakan Isra’ Mi’raj 1447 H. di Gedung Serba Guna (GSG) yang diikuti oleh seluruh mahasiswa dan mahasiswi STIT Al-Ishlah serta jajaran para dosen.
Dengan mengangkat tema “Isra’ Mi’raj Sebagai Refleksi Penguatan Ibadah Shalat” acara ini diharapkan mampu mengajak para peserta merenungi kembali makna shalat sebagai tiang agama dan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Baca Juga: Unlocking Meaning: Fathul Kutub Niha’ie Putri

Sebelum masuk pada acara inti, acara dibuka dengan sambutan Ustadz Ahmad Bagus Sugiarto, S.H., M.Pd., Ketua STIT Al-Ishlah Bondowoso. Dalam sambutannya, ia menyampaikan berbagai rintangan yang dilalui Rasulullah sebelum menerima mukjizat Isra’ Mi’raj, dengan harapan seluruh mahasiswa dapat meneladani kesabaran Rasulullah dalam menghadapi berbagai musibah.
Baca Juga: Bincang Santai, Ruang Komunikasi antara Pengurus SILAH dengan Santri

Berikutnya, acara dilanjutkan dengan materi yang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Habibi Hamzah, Lc., M.Pd., yang dimoderatori oleh Dimas Nur Arfianto. “Isra’ Mi’raj adalah peristiwa besar yang terjadi di kehidupan Rasulullah SAW sekaligus menjadi bukti atas tanda-tanda kebesaran Allah SWT, ” jelas desen pengampu mata kuliah Fiqih tersebut.

Baca Juga: Edukasi Kesehatan Remaja bagi Santriwati Al-Ishlah Putri
Dalam materinya, ia membahas secara tuntas pengertian Isra’ Mi’raj, mulai dari makna kata Isra’ dan Mi’raj, bentuk Buraq, hingga perjuangan Rasulullah SAW dalam menerima perintah shalat yang semula berjumlah 50 rakaat hingga menjadi 5 rakaat. Seluruh pembahasan disampaikan secara runtut dan jelas.
“Kuatkan keimanan kita, insyaallah itu akan memperkuat spiritual kita, ” nasihatnya diakhir pembahasan.
Reporter: Luna Farah Nazilla
Fotografer: Reva Ramadhani
Editor: Qonita Husna Zahida




