
Bondowoso, Media Al-Ishlah – Selasa, (03/02/2026) Para peserta Daurah Intensif Standarisasi Da’i dalam program Dakwah Qurowiyah Ramadhan 1447 H. masih terlihat antusias dalam mengikuti rentetan acara yang disiapkan oleh panitia. Sekarang, mereka akan melanjutkan membahas tentang materi fiqih dakwah yang dibimbing oleh Ustadz Mohlasin, M.Pd.
Baca Juga: Hari Pertama Pembekalan Da’i: Akhlak Lebih Tinggi dari Ilmu
Di pertemuan kali ini, Ustadz Mohlasin menjelaskan tentang uraian dan pengertian dakwah. Yang mana kata fiqih berasal dari kata Al-Fahmu yang berarti pemahaman, dan dakwah berarti mengajak atau menyeru.

“Sebagai seorang da’i kita harus tau mengenai rukun-rukun dakwah. Diantaranya Ad-Da’i sebagai penyeru dari dakwah tersebut, Al-Mad’u sebagai pendengar atau objek dari dakwah yang disampaikan, dan Maudhu’ud Da’wah sebagai materi yang akan disampaikan oleh Ad-Da’i” jelasnya.
Baca Juga: Belajar Fiqih sebagai Upaya Memperdalam Pemahaman Agama
Tujuan pembelajaran ini adalah agar para da’i mampu menjelaskan pengertian fiqih dakwah secara etimologis (asal-usul kata) dan terminologis (istilah) berdasarkan literatur dakwah klasik dan kontemporer, juga mendeskripsikan dan mengevaluasi karakter ideal seorang da’i dalam perspektif fiqih dakwah.

Setelah penjelasan dari Ustadz Mohlasin berlangsung lama, kemudian dilanjutkan dengan sesi menulis contoh teks kultum. Semua calon da’i dipersilahkan membuat satu teks kultum yang bisa ia gunakan nanti ketika berada di medan dakwah.
Baca Juga: Akidah dan Bulan Ramadhan itu Saling Berkaitan!
Sebelum menutup sesi pertemuan ia berpesan, “Seorang da’i harus senantiasa bersabar dan meminta petunjuk kepada Allah ketika telah terjun di medan dakwah Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
(Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar),” pungkasnya.
Reporter: Insan Kamil A.
Fotografer: Alief Muchammad H.
Editor: Ahmad Setiawan




