
Bondowoso, Media Al-Ishlah – Sabtu, (03/10/2026) Pengajian rutin Tafsir Jalalain “Tambhena Ate” yang ke-155 digelar di Masjid Kembar Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso. Kegiatan ini dihadiri oleh para santri, wali santri, jama’ah, dan juga masyarakat sekitar, serta Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI, Bapak M. Riza Damanik, Ph.D., IPU., bersama Asisten Deputi Ekosistem Bisnis Wirausaha, Bapak Ginda P. Siregar, dan Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan, Bapak Dr. Agus Suherman, S.Pi., M.Si., yang hadir mewakili Menteri UMKM RI yang berhalangan hadir.
Pada pertemuan kali ini, Ustadz Dr. Habibie Hamzah, Lc., M.Pd., membahas Surah Al-Baqarah ayat 282 yang menjelaskan tentang utang piutang. Dalam ayat tersebut, Allah ﷻ berfirman :
وَإِذَا تَدَايَنتُم بِدَيْنٍ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكْتُبُوهُ
Artinya: “Apabila kamu melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya.” Ayat ini mengajarkan pentingnya pencatatan transaksi secara jelas untuk menjaga hak dan kewajiban setiap pihak.

Selain itu, Deputi Bidang kewirausahaan Kementerian UMKM RI juga menyampaikan tiga pesan dari Bapak Menteri UMKM. Pesan pertama adalah pesantren berperan penting sebagai benteng moral dan persatuan. Pesantren dan santri diharapkan mampu menjaga akhlak, mempererat persatuan umat, serta turut menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pesan kedua berkaitan dengan kemandirian ekonomi dan kewirausahaan santri. Santri diharapkan tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga mengembangkan kemampuan berwirausaha. Dengan demikian, santri dapat menjadi wirausaha unggul yang mandiri dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain. Adapun pesan ketiga adalah bahwa pesantren juga berperan dalam menggerakkan UMKM di lingkungan sekitar. Pesantren diharapkan ikut membantu meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM melalui kolaborasi dengan program pemerintah, termasuk Program Kerja Strategis Rakyat (Prokesra), serta pemanfaatan teknologi digital untuk mengembangkan usaha masyarakat.

Ketiga pesan tersebut menegaskan bahwa pesantren memiliki peran yang luas, bukan hanya sebagai tempat menuntut ilmu agama, tetapi juga sebagai bagian dari pembangunan masyarakat. Melalui pendidikan, penguatan karakter, dan pemberdayaan ekonomi, pesantren diharapkan mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan mandiri.
Baca Juga: Panitia Niha’ie Putra Gelar Sidang Jurnal Ilmiah bagi Santri Kelas Akhir KMI
Pengajian Tafsir Jalalain “Tambhena Ate” ke-155 ini menjadi momentum untuk memperdalam pemahaman Al-Qur’an sekaligus mempererat shilaturrahim antara Pondok Pesantren Al-Ishlah, pemerintah, dan juga masyarakat. Diharapkan kegiatan ini dapat terus istiqamah dilaksanakan serta membawa manfaat bagi jama’ah dan masyarakat luas, baik dalam bidang keagamaan maupun kehidupan sosial dan ekonomi.
Acara kemudian diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Gus Yasin Dhia Ul-Haq, M.A. Doa tersebut pun menjadi penutup rangkaian pengajian Tafsir Jalalain “Tambhena Ate” Ke-155, dengan harapan kegiatan ini membawa keberkahan serta manfaat bagi seluruh jamaah dan masyarakat luas.
Reporter: Marvel Mahardika P.M.
Fotografer: Yardan Rafha Hidayatullah
Editor: Rasyid Ridho




