Pengajian Rutin Bulanan: Tafsir Jalalain “Thambhena Ate” Ke-153

K.H. Muhammad Syauqi, MZ., menyampaikan tausiyah (Foto: Yardan)

Bondowoso, Media Al-Ishlah – Pengajian rutin bulanan Tafsir Jalalain “Thambhena Ate” kembali terlaksana untuk yang ke-153 kalinya di Masjid Kembar Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso. Acara ini diramaikan oleh seluruh santriwan/wati, ustadz/ah, serta ratusan jamaah penimba ilmu, karena yang apa yang mereka cari bukan sekadar teori, melainkan kearifan.

Kajian Tafsir Jalalain malam itu pun tak kalah spesial dengan malam lainnya, karena setelah pemaparan kitab tafsir jalalain oleh Ustadz Dr. M. Habibi Hamzah, Lc., M.Pd., Pondok Pesantren Al-Ishlah mengundang K.H. Muhammad Syauqi, MZ., putra dari K.H Zainuddin, MZ., yang memiliki julukan da’i 1000 umat.

Baca Juga: MPLS Ramah TKIT Al-Ishlah Bondowoso

Abi K.H. Thoha Yusuf Zakariya, Lc., selaku Pimpinan Pondok mengasuh langsung acara dan tak lupa mengingatkan kembali 6 wasiat Pendiri Pondok, Allahuyarham Abi K.H. Muhammad Ma’shum, yaitu berdzikir kepada Allah, sholat malam, tilawatul qur’an, istighfar, shadaqah, serta mengajak orang lain pada kebaikan.

Abi K.H. Thoha Yusuf Zakariya, Lc., menyampaikan nasihat (Foto: Yardan)

Acara dilanjutkan dengan penafsiran Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 280 oleh Ustadz Dr. M. Habibi Hamzah, Lc., M.Pd. Ia memandu jama’ah membaca penggalan ayat tersebut dengan khidmat sebelum memulai penjelasan.

“Pada ayat sebelumnya menjelaskan tentang haramnya riba,” ujarnya saat menjelaskan ayat yang dikaji berisi perintah Allah SWT kepada orang mukmin, untuk memberi kemudahan dalam perihal utang piutang sampai orang yang berutang dilapangkan rezekinya.

Baca Juga: MPLS SMP Plus Al-Ishlah: Bekali Siswa Baru Kenali Lingkungan Sekolah

Ketika orang yang berutang tersebut masih tidak mampu membayar atau terlilit hutang sampai bangkrut, hendaklah orang yang diutangi mengikhlaskan. Karena jika ia mengikhlaskan, maka pahala yang didapat akan lebih besar dan tinggi derajatnya di sisi Allah. Bahkan, ketika seseorang memberi tenggat waktu kepada orang yang berutang, maka insya Allah ia akan mendapatkan pahala bagaikan sedekah sesuai dengan nominal yang dipinjamkan, masya Allah.

Dalam acara ini hadir pula Badan Waqaf Al-Qur’an (BWA), sebuah lembaga yang berfokus dalam pemberian waqaf Al-Qur’an dan pembinaan ajaran islam kepada masyarakat daerah terpencil. Manfaat dari adanya lembaga ini bahkan telah tersebar di seluruh pelosok Indonesia, seperti NTT, NTB ataupun Sumatera.

Suasana pengajian rutin bulanan Tafsir Jalalain “Thambhena Ate” ke-153 (Foto: Yardan)

Permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat pun bukan hanya keterbataan mushaf Al-Qur’an, namun juga krisis air bersih. Sehingga BWA, menyediakan waqaf sarana prasarana untuk mengatasi krisis air bersih ataupun hutan gundul, serta pemberdayaan anak-anak yatim dan dhuafa lewat harta yang telah diamanahkan oleh para donator. Berkaitan dalam hal tersebut pun, Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso ikut berkontribusi besar dalam mengajak jama’ah untuk bersedekah.

Baca Juga: Seminar Pendidikan Al-Ishlah: Prof. Moh. Fadli Ungkap Tips Efektif Belajar Santri

Seusai shalat Isya’ berjamaah, sampailah acara pada sesi pembicara tamu yang menghadirkan K.H Muhammad Syauqi, MZ., sebagai narasumber utama. Kiai asal Jakarta ini mengingatkan seluruh jama’ah mengenai tiga sifat, yang jika salah satunya terdapat dalam diri seorang muslim, maka akan membahayakan umat islam.

Pertama, barang siapa mengambil hukum agama berdasarkan logika, maka ia akan tersesat dalam logikanya. Tidak semua hal dalam agama dapat dijangkau oleh logika; ada hal-hal yang melampaui akal, namun dapat diserap dan diyakini melalui keimanan, yang ia sertai dengan memberikan beberapa contoh sederhana agar dapat dipahami oleh para jama’ah.

Suasana pengajian rutin bulanan Tafsir Jalalain “Thambhena Ate” ke-153 (Foto: Yardan)

Kiai ini juga menyerap kebenaran bahwa Muslim saat ini S2, yakni ‘Setahu Saya’ banyak tahu tapi tak tahu banyak. Banyak yang tahu agama namun sedikit yang mumpuni ilmu tersebut. Perlu diketahui pula, bahwa saat ini LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) sudah berani berbicara dengan memakai dalil toleransi, “Jangan sekali kali kalian memakai dalil toleransi jika mengenai hal penyimpangan! Karena Allah melaknat siapapun yang berperilaku bagai kaum Luth.”

Kedua, barang siapa merasa kaya dengan apa yang ia miliki, maka ia yang paling miskin di hadapan Allah. Saat ini, dunia semakin maju sedangkan iman semakin menurun. Di dunia ini pun terdapat 3 angka: angka matematika, angka sosial dan angka Allah. Sayangnya, masyarakat lebih terdominasi oleh angka matematika dan sosial, dibandingkan angka Allah yang tidak memiliki keterbatasan dalam hal apapun.

Suasana pengajian rutin bulanan Tafsir Jalalain “Thambhena Ate” ke-153 (Foto: Yardan)

Tak hanya itu, ia juga menerangkan pentingnya seorang teman yang mengingatkan kepada Allah, “Satu orang teman yang mengajak kepada Allah lebih dari cukup dibandingkan 1000 teman yang mengajak pada kemaksiatan,” terangnya.

Melalui kajian ini, para jamaah tidak hanya mendapatkan santapan jasmani, tetapi juga pencerahan rohani dan intelektual dari ilmu yang dibagikan secara gratis, tanpa dipungut biaya.

Reporter: Khoirinil Qudsiyah, Dzakiroh Qoyyimah H.
Fotografer: Yardan Rafha Hidayatullah
Editor: Qonita Husna Zahida

Pendaftaran Tahun Pelajaran 2026/2027

Pendaftaran Santri Baru (PSB) KMI Al-Ishlah Putra & Putri Tahun Pelajaran 2026/2027 dibuka pada tanggal 1 Oktober 2025 s.d. 30 Mei 2026

Days
Hours
Minutes
Seconds