
Bondowoso, Media Al-Ishlah – Pada tanggal 10-12 Juni 2025 M. Panitia Nihai’e 2024/2025 M. mengadakan acara Penataran Guru untuk santriwan dan santriwati kelas akhir KMI. Acara ini untuk memberikan bimbingan, pelatihan, dan pengetahuan agar santriwan dan santriwati mampu dan bersedia dalam mengemban amanat menjadi seorang guru.
Acara ini dan digelar di dua tempat berbeda pada setiap sesi, yakni di Masjid Kembar Putri dan Masjid Kembar Putra karena untuk menyesuaikan kebutuhan pemateri.
Pada hari dan sesi pertama, santriwati kelas akhir KMI Pi diisi oleh Ummi Yuyun Dwi Prasetyaningtyas S.K.M., ia adalah istri pertama Bapak Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlah. Dalam materinya, ia menjelaskan mengenai hal-hal yang harus diperhatikan ketika menjadi rabbatul bait (ratu rumah tangga).
“Menjadi ratu rumah tangga itu susah! Bukan hanya duduk diam, menyuruh, dan menikmati seluruh harta, akan tetapi menjadi ratu rumah tangga itu berat karena punya tugas-tugas yang sangat berat,” jelas kepala sekolah TKIT Al-Ishlah.

Tugas ibu itu mencakup atas pendidikan anak, menjaga keharmonisan keluarga, menjadi teladan dalam menjalankan ajaran agama dan lain-lain. Sehingga seorang ibu adalah salah satu figur yang sangat penting dalam menjadikan rumah tangga sakinah, mawaddah, wa rahmah.
Untuk bisa mewujudkan tugas-tugas tersebut, seorang ibu berkacamata ini memberikan beberapa panduan. Pertama, menanamkan tauhid sejak kecil kepada sang anak, karena itu adalah salah satu cara agar anak bisa selalu ingat dan selalu mencari keridhaan Allah di sepanjang hidupnya. Kedua, memperbaiki diri sendiri, entah itu dari segi kualitas dirinya ataupun ibadahnya dan yang ketiga adalah memberikan teladan yang baik untuk anak.
Baca Juga: Farewell Night: Acara Perpisahan Saudara Muslimin dan Muslimat Singapura di Al-Ishlah Bondowoso
Dengan adanya pembahasaan tersebut santriwati kelas akhir diharap bisa memiliki bayangan dan bisa mempratikkan kelak ketika menjadi ustadzah. Karena seorang ustadzah bukan hanya membimbing di kelas, akan tetapi juga mengasuh dan mengatur santri di kegiatan sehari-harinya.
Reporter: Luna Farah Nazilla
Fotografer: Intana Lady
Editor: Qonita HZ.




