
Bondowoso, Media Al-Ishlah – Ahad, (02/08/2028) Organisasi Santri Al-Ishlah (SILAH Pa) mengadakan acara Bedah Buku sekaligus Ngaji Literasi bersama penulis Ahmad Rifa’I Rif’an. Bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso, serta acara ini diikuti oleh seluruh santri kelas 1-6 KMI.
Acara dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Acara dipandu oleh Ustadz M. Alfino Emeraldy Hutama selaku moderator, yang mengawali kegiatan dengan memaparkan secara singkat biografi penulis yang akan menjadi narasumber. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan bedah buku bersama penulis Ahmad Rifa’i Rif’an.
Baca Juga: Mengembangkan Potensi Santri Melalui Lomba Intelektual
Ia menjelaskan bahwa perjalanan menuju keberhasilan tidak akan terlepas dari berbagai kegagalan. Baginya, setiap kegagalan merupakan bahan evaluasi yang dapat mendorong seseorang untuk terus memperbaiki diri dan semakin bersemangat mencapai tujuan, “Kegagalan itulah yang akan menjadi acuan kita untuk lebih bersemangat dalam mencapai tujuan kita,” ujarnya.

Dalam kesempatan kali ini, buku yang akan dibedah adalan buku Manusia Paripurna – Karakteristik pribadi Muslim Ideal (insan kamil). Karakteristik yang dimaksud adalah aqidah yang kuat, ibadah yang benar, akhlaq yang mulia, dan wawasan yang kuat. Manfaat bagi sesama, tubuh yang sehat, Mandiri finansial, waktu yang disiplin, serta pergaulan berkualitas.
Baca Juga: Pembukaan Training Of Leadership: Hidup Menghidupi, Berjuang Memperjuangkan, Bergerak Menggerakkan
Penjelasan dalam buku tersebut pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan konsep 11 Kualifikasi Tamatan Al-Ishlah. Perbedaannya terletak pada jumlah kualifikasi yang dibahas. Dalam konsep 11 Kualifikasi Tamatan Al-Ishlah terdapat sebelas kualifikasi, sedangkan dalam buku tersebut hanya dijelaskan sembilan kualifikasi.

Setelah pemaparan hasil bedah buku, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara penulis dan beberapa santri. Acara kemudian berlanjut dengan penyerahan cinderamata oleh panitia kepada penulis. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama yang melibatkan penulis, panitia, serta seluruh santri.
Reporter: Insan Kamil
Fotografer: Yardan Rafha Hidayatullah
Editor: Ahmad Setiawan




