
Bondowoso, Media Al-Ishlah – Sabtu, (24/10/26) SMP Plus Al-Ishlah mengadakan Penguatan Implementasi SPMI (Sistem Penjamin Mutu Internal), yang diadakan di SMP Plus Al-Ishlah Bondowoso dengan mengundang Ibu Endang Pujiastuti, S.Pd., M.Pd., sebagai pemateri.
Dikuti oleh seluruh staf pengajar SMP Plus beserta beberapa perwakilan sekolah di bawah naungan Lembaga Pondok Pesantren Al-Ishlah, kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Ustadz Musleh Musa, Kepala Sekolah SMP Plus Al-Ishlah.
Baca Juga: Hari Santri Nasional 2026: Momentum Santri Tunjukkan Prestasi dan Dedikasi bagi Negeri
Berlanjut ke acara inti, pengawas SMP tersebut mengawali sesi dengan beragam pendekatan unik kepada seluruh peserta kegiatan sebelum menjelaskan alasan dibalik terdesaknya kebutuhan sekolah akan penguatan SPMI.

Guru kelahiran Madiun tersebut pun melanjutkan bahwa kesenjangan hasil belajar merupakan faktor utama atas dilaksanakannya penguatan SPMI. Karena nyatanya, masih banyak satuan pendidikan memiliki capaian yang terbilang cukup rendah pada kualitas pembelajaran.
Faktor selanjutnya adalah keterbatasan SDM pendidik dan keterbatasan komitmen data sinergi anggaran untuk pemenuhan mutu pendidikan dasar. Sehingga, penguatan SPMI yang bersifat sistematis, terintegrasi, dan berkelanjutan menjadi salah satu solusi paling efektif bagi sekolah yang ingin meningkatkan mutu pendidikan sesuai standar dan aturan berlaku.
Baca Juga: Pelantikan Pengurus Baru SILAH Putra, Tandai Awal Kepengurusan Periode 2026–2027 M
Peraih juara 3 Tingkat Provinsi Jawa Timur kategori Pelopor Komunitas Belajar (Kombel) tersebut menegaskan bahwa tujuan akhir SPMI bukanlah sekadar sertifikat akreditasi, namun perbaikan berkelanjutan hasil belajar peserta didik untuk menetapkan standar yang lebih tinggi dalam mutu pendidikan, “Mutu bukan garis finish, melainkan sebuah kebiasaan yang dibangun secara terus-menerus.”

Penguatan Implementasi SPMI ini pun berlanjut pada sesi kedua. Dalam sesi tersebut, pemateri memaparkan tujuan pembelajaran yang harus dimiliki dan disusun oleh setiap pengajar. Hal tersebut perlu dilakukan agar nantinya peserta didik dapat memahami, mengaplikasi, dan merefleksi materi pembelajaran dengan baik.
Baca Juga: Menakar Ilmu, Menempa Diri: Ujian Lisan Kelas Akhir KMI Putri
“Mendidik murid bukan hanya tentang mengisi pikirannya dengan pengetahuan,” ujar Bu Endang saat menekankan peran guru sebagai teladan dalam perkembangan pola pikir murid.
Reporter: Dzakiroh Qoyyimah H.
Fotografer: M. Rasyid Ridho
Editor: M. Rasyid Ridho




