
Bondowoso, Media Al-Ishlah – Sabtu, (16/05/2026) Suasana tertib tampak sejak pagi ketika seluruh santri/wati kelas 1-6, serta jajaran staf pengajar telah berkumpul di pelataran Auditorium K.H. Muhammad Ma’shum untuk menghadiri upacara pembukaan ujian lisan dan tulis.
Dilaksanakan oleh Kulliyatul Muballighien wal Muballighaat Al-Islamiyyah (KMI) Putra dan Putri, upacara dibuka dengan serangkaian pembuka acara dan dilengkapi dengan penyampaian nasihat oleh Kepala Departemen Pendidikan, Ustadz Misbahul Muslih.
Dalam petuahnya, ia menjelaskan makna الطُّلَّابُ yang berarti penuntut ilmu, dan seorang penuntut ilmu haruslah mengetahui beberapa hal yang telah ditulis oleh Syekh Az-Zarnuzi dalam kitabTa’limul Muta’alim,
“Yaitu belajarlah pada waktu awal hingga akhir malam. Karena waktu itu, adalah waktu yang penuh barokah (berkah).”
Baca Juga: Waktunya Membuktikan Hasil dalam Setahun Belajar!

Tak hanya itu, ia juga menceritakan kisah B.J. Habibie ketika masih bersekolah di Jerman. Saat ia memiliki dua teman Yahudi serta selalu berusaha mencari tahu rahasia mereka, yang tak dapat ia kalahkan dalam setiap ujian sekeras apapun ia mencoba. Sehingga B.J. Habibie tetap setia dengan peringkat 3.
Sampai akhirnya, B.J. Habibie berhasil mendekati kedua Yahudi tersebut dan mengetahui rahasia belajar mereka ada pada Al-Qu’ran dan waktu malam.
Selanjutnya ia berpesan kepada seluruh santri untuk menjauhi tidur yang berlebihan dan rasa kenyang, karena keduanya akan membuat seseorang menjadi malas.
Terakhir, ia juga menghimbau agar seluruh santri selalu bersifat waro’ atau menjauhi hal-hal yang syubhat (samar) dan haram.
Baca Juga: Jelang Idul Adha 1447 H, Panitia Qurban Al-Ishlah Bondowoso Mulai Matangkan Persiapan
Upacara berakhir dengan bacaan hamdalah dan berjabat tangan dengan guru. Sebelum akhirnya setiap peserta ujian dan penguji menuju ruang ujian masing-masing untuk melaksanakan ujian lisan.

Dalam ujian lisan ini, setiap kelas telah dibagi dengan beberapa kelompok, untuk selanjutnya setiap kelompok mengikuti ujian lisan berdasarkan materi yang telah dijadwalkan setiap harinya.
Materi yang diujikan yakni Bahasa Inggris (English Lesson, Grammar, Vocabularies), Bahasa Arab I (Muthola’ah, Mahfudzot, Muhadatsah, dan Mufrodat), Bahasa Arab II (Nahwu, Shorof, Tamyiz, dan Balaghah), Al-Qur’an (Tahfidz, Tajwid, Ghorib, dan Fiqih) serta Hadits dan Tafsir Al-Qur’an (Tafsir Jalalain).
Berlangsung hingga Rabu, (20/05/2026), dengan terlaksananya ujian lisan ini santriwati diharapkan tak hanya mampu memahami materi pelajaran, namun juga melatih kemampuan berbicara, berpikir cepat, dan percaya diri dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diujikan secara langsung.
Baca Juga: Ujian Lisan sebagai Ajang Memperkuat Pemahaman Santri!

Reporter: Dzakiroh Qoyyimah H.
Fotografer: Adly Fahreza R.H., Intana Lady
Editor: Qonita Husna Zahida




