
Bondowoso, Media Al-Ishlah – Jum’at (31/07/2026) Para peserta kegiatan Training of Leadership (TOL) kembali menyerap ilmu baru untuk menambah wawasan yang berguna dalam kepengurusan. Bertempat di Gedung Serba Guna (GSG), pelatihan ini dibawakan oleh Ning Rosyidah ‘Adilah, S.P.W.K.
Baca Juga: Pembukaan Training Of Leadership: Hidup Menghidupi, Berjuang Memperjuangkan, Bergerak Menggerakkan
Mengawali pelatihan tersebut, ia mengajukan pertanyaan kepada seluruh peserta TOL, “Siapa kita pertama kali?” pertanyaan itu kemudian dijawab bersahut-sahutan oleh peserta TOL dengan semangat.
Ning Rosyidah ‘Adilah, S.P.W.K menjelaskan bahwa setiap manusia pada hakikatnya adalah hamba Allah. Menurutnya, berbagai peran yang dijalani seseorang dalam kehidupan harus tetap dilandasi kesadaran sebagai hamba Allah.
“Kita pertama kali adalah menjadi hamba Allah. Ketika kita sedang menjadi seorang pelajar, maka kita adalah hamba Allah yang sedang menuntut ilmu. Ketika nanti kita menjadi seorang istri, maka kita adalah hamba Allah yang sedang menjalankan tugas rumah tangga. Ketika nanti kita menjadi seorang ibu, maka kita adalah hamba Allah yang sedang mendidik generasi baru. Maka ketika kita menjadi pengurus, kita adalah hamba Allah yang sedang mengemban amanah,” tutur Istri Wakil Pimpinan Pondok tersebut.
Baca Juga: Mengembangkan Potensi Santri Melalui Lomba Intelektual
Dalam penyampaiannya, ia mengangkat kisah 4 Wanita Pemimpin Surga, yakni Asiyah binti Muzahim, Maryam binti Imran, Khadijah binti Khuwailid dan Fatimah binti Muhammad.
Ning Rosyidah ‘Adilah, S.P.W.K menjelaskan bahwa setiap keempat wanita tersebut memiliki ujian hidup yang berbeda-beda. Asiyah binti Muzahim diuji dengan suaminya yang kafir. Maryam binti Imran diuji dengan anak yang dikandungnya tanpa seorang ayah. Sementara Khadijah binti Khuwailid, diuji dengan kekayaannya yang berlimpah, Fatimah binti Muhammad diuji dengan hidup sederhananya.

Karena itu, setiap peran dan tanggung jawab hendaknya dijalankan dengan keimanan, keteguhan serta kesadaran untuk mengabdi kepada Allah. Ia juga mengingatkan tentang konsep modal sukses Pondok Pesantren Al-Ishlah, yaitu DUIT (Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakkal).
Suasana pelatihan semakin hidup dengan berbagai aktivitas pencair suasana yang diarahkan oleh Ning Rosyidah ‘Adilah, serta kuis interaktif berhadiah.
Baca Juga: Bincang Literasi Al-Ishlah: Merawat Budaya Membaca di Tengah Gempuran Dunia Digital
“Menjadi Muslimah berarti siap mengemban berbagai amanah kehidupan. Apapun bagian yang diamanahkan kepada kalian nantinya, harus kalian laksanakan dengan baik. Sebagai bentuk dari upaya menjadi hamba Allah yang amanah,” pungkasnya.
Reporter: Faiza Karimatuz Zahida
Fotografer: Intana Lady F.H.
Editor: Rini Aisyah




