
Bondowoso, Media Al-Ishlah – Jum’at – Senin, (24 – 27/07/2026) Organisasi Santri Al-Ishlah Putra (SILAH Pa) mengadakan acara Muhadhoroh Kubro 2026 yang diselenggarakan selama 4 hari berturut turut dari tanggal 24 Juli sampai 27 Juli 2026. Acara yang berisi berbagai lomba intelektual ini diselenggarakan di Masjid Kembar Pondok Pesantren Al-Ishlah setiap sore dan malam hari.
Baca Juga: Bincang Literasi Al-Ishlah: Merawat Budaya Membaca di Tengah Gempuran Dunia Digital
Perlombaan yang diikuti oleh santri kelas 1 hingga santri kelas 5 KMI ini berisi 8 jenis lomba, yaitu lomba pidato Bahasa Arab, Inggris dan Indonesia, Orasi 3 Bahasa, Cerdas Cermat, Debat Ilmiah, Drama Bahasa, serta Majalah Dinding.

Lomba ini diadakan untuk meningkatkan kemampuan santri dalam publik speaking serta memperkuat kemampuan intelektual santri sehingga santri tidak hanya mampu bersaing dalam segi fisik dan olahraga, tetapi juga memiliki daya saing dalam segi intelektual sehingga bisa mendapatkan salah satu kualifikasi lulusan Pondok Pesantren Al-Ishlah yaitu Mutsaqqaful Fikri (مثقف الفكر) atau berwawasan luas.
Baca Juga: Pengajian Rutin Bulanan: Tafsir Jalalain “Thambhena Ate” Ke-153
Pada malam puncak kegiatan, seluruh santri berkumpul di Masjid Kembar untuk mengikuti penutupan sekaligus pengumuman para juara dari setiap cabang lomba. Disertai juga pembacaan kelas teladan pada semester 1 dan 2 yang lalu.
Sorak-sorai dan tepuk tangan memenuhi ruangan ketika nama-nama pemenang diumumkan. Momen tersebut menjadi bentuk apresiasi atas usaha dan kerja keras para peserta yang telah mempersiapkan diri selama mengikuti rangkaian perlombaan.

Tidak hanya itu, acara penutupan kegiatan semakin meriah dengan penampilan pidato Bahasa Indonesia yang ditampilkan oleh sang pemenang lomba yaitu Ananda Barly Aflahah Alfatah Saputra santri kelas 4 KMI.
Baca Juga: Seminar Pendidikan Al-Ishlah: Prof. Moh. Fadli Ungkap Tips Efektif Belajar Santri
Melalui Muhadhoroh Kubro 2026, diharapkan semangat berkompetisi, keberanian dalam menyampaikan gagasan, serta kemampuan berpikir kritis para santri semakin berkembang. Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini menjadi sarana pembinaan karakter, melatih mental kepemimpinan, serta memperkuat ukhuwah di antara santri dan pengurus sehingga tercipta lingkungan pondok yang aktif, komunikatif, dan penuh semangat dalam menuntut ilmu.
Reporter: Marvel Mahardika P.M.
Fotografer: Yardan Rafha Hidayatullah
Editor: Rasyid Ridho




