
Bondowoso, Media Al-Ishlah – Di tengah gempuran gawai dan teknologi digital, Indonesia sedang mengalami tantangan besar. Banyak masyarakat lebih memilih menghabiskan waktu dengan media sosial, menonton video, atau bermain game dibanding membaca buku bacaan yang bersifat edukatif.
Baca Juga: Pengajian Rutin Bulanan: Tafsir Jalalain “Thambhena Ate” Ke-153
Berkaitan dalam hal tersebut, Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso menawarkan solusi dengan mengadakan “Bincang Buku”, yang berkolaborasi dengan Ngaji Literasi Gramedia. Mengundang seorang penulis ternama buku motivasi, pengembangan diri, dan religi (keislaman) nasional, Ahmad Rifa’i Rif’an.
Acara diawali dengan sapaan hangat dari Kak Luthfi Indah, yang hadir sebagai moderator acara. Dilanjutkan pada acara inti, dimana pemateri telah siap menjelaskan dengan singkat empat buku karya terbarunya sebagai awal pembuka.
Baca Juga: Seminar Pendidikan Al-Ishlah: Prof. Moh. Fadli Ungkap Tips Efektif Belajar Santri
Pemateri menyampaikan, bahwa Selesai Dengan Diri Sendiri merupakan buku yang dibuat berdasarkan pengalaman yang ia alami ketika membuat kesalahan memalukan di masa lalu, “Kebanyakan, kejadian memalukan yang kita alami di masa lalu, yang kita rasain memalukan banget, bisa jadi orang yang melihat itu sudah merasa asing, bahkan lupa. Sementara kita, masih membawanya hingga hari ini,” ujar Ahmad Rifa’i Rif’an, yang mengawali kariernya dengan sebuah buku berjudul “9 Rahasia Doa Lulus Ujian” tahun 2009.

Oleh karena itu, saatnya bagi seluruh hadirin mulai memaafkan masa lalu. Memaafkan semua orang yang pernah menyakitinya, serta memaafkan orang tua dan orang terdekat kita.
Seluruh peserta Bincang Buku tampak fokus menyimak setiap penjelasan yang disampaikan oleh Ahmad Rifa’i Rif’an sembari mencatat apa yang perlu dicatat. Acara berlangsung menyenangkan karena pemateri tidak hanya menjelaskan materi, namun juga menceritakan pengalaman yang ia alami kepada seluruh peserta acara. Tak terkecuali saat mengisi sebuah seminar sebagai penulis buku non fiksi bersama Tere Liye, sebagai penulis buku fiksi.
Buku kedua yang dibedah adalah Menikmati Hidup. Ia menjelaskan, bahwa jika seseorang sudah dapat memaafkan semua hal dengan lapang, maka langkah selanjutnya yang pasti akan ia pijak tentu hidup dengan tenang. Tanpa perlu memikirkan apa yang orang lain katakan.
Baca Juga: MPLS SMP Plus Al-Ishlah: Bekali Siswa Baru Kenali Lingkungan Sekolah
Buku ketiga, merupakan Hidup Bermakna. Hal yang dapat dilakukan untuk menemukan kehidupan yang bermakna bagi diri seseorang adalah dengan menemukan jati diri, apa yang sebenarnya ia sukai dan kuasai. Jika tidak dapat menemukannya, cobalah segala hal. Karena dari situlah, seseorang akan mengetahui minat dan bakat yang dimiliki.
Selanjutnya, buku terakhir dari seri ini adalah Manusia Paripurna. Menjelaskan bahwa manusia paripurna ialah sosok berproses memperbaiki diri. Menyeimbangkan aspek spiritual, intelektual, moral, serta sosial dalam kehidupan sehari-hari untuk menjadi muslim ideal.
Dilanjutkan sesi tanya jawab, setiap peserta acara yang bertanya mendapatkan doorprize dari Gramedia berupa alat tulis dan gambar. Mengundang antusiasme dari setiap hadirin untuk menanyakan hal yang mengganjal di hati kepada pemateri.

Terakhir, acara ditutup dengan doa kaffaratul majlis sebelum sesi berfoto bersama pemateri dilaksanakan. Tak tertinggal, bagi santriwati yang ingin membeli 3 buku karya Ahmad Rifa’i Rif’an yang baru saja dijelaskan, telah tersusun rapi stok yang disediakan di dalam Gedung.
Reporter: Dzakiroh Qoyyimah H.
Fotografer: Nabilah Kheysa
Editor: Rini Aisyah




