Abi K.H. Thoha Yusuf Zakariya Ma’shum: Santri Harus Siap Menjadi Aimmatul Ummah

Abi. K.H. Thoha Yusuf Zakariya Ma’shum, Lc. saat memberi sambutan. (Foto: Bayu)

Bondowoso, Media Al-Ishlah – Senin, (15/06/2026) Suasana khidmat menyelimuti Masjid Kembar Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso. Saat rangkaian Penataran Pengabdian resmi dibuka. Kegiatan yang diikuti seluruh santri pengabdian tersebut menjadi langkah awal dalam menyiapkan generasi santri yang tidak hanya siap mengabdi, tetapi juga siap memimpin dan memberi manfaat bagi umat.

Do’a bersama yang dipimpin oleh Ustadz Baqoh. (Foto: Bayu)

Pembukaan dilakukan langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso, Abi K.H. Thoha Yusuf Zakariya Ma’shum, Lc., dengan melafalkan kalimat Bismillahirrahmanirrahim. Diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama, kegiatan berlangsung penuh kekhusyukan dan semangat pengabdian.

Baca Juga: Kontinuitas Program: Santri Niha’ie Jalani Sidang Karya Tulis Ilmiah

Abi K.H. Thoha Yusuf Zakariya Ma’shum, Lc., saat memberi arahan kepada santri pengabdian. (Foto: Bayu)

Dalam arahannya, Abi Thoha menegaskan bahwa khidmah bukan sekadar kewajiban yang harus dijalani santri setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren. Lebih dari itu, khidmah merupakan bentuk syukur atas nikmat ilmu, bimbingan, dan keberkahan yang telah Allah SWT anugerahkan selama berada di Al-Ishlah.

“Kenapa dengan khidmah? Salah satu tanda lulusan Al-Ishlah dibuat agar supaya belajar mensyukuri nikmat Allah,” ungkap Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlah.

Menurutnya, pengabdian menjadi ruang bagi santri untuk membalas jasa pesantren, para guru, dan orang-orang yang telah berjuang mengantarkan mereka hingga sampai pada titik ini. Melalui pengabdian, santri belajar menghadirkan manfaat, mengutamakan kepentingan bersama, dan menumbuhkan keikhlasan dalam berjuang.

Baca Juga: Munaqosyah Ilmiah: Santri Niha’ie Bedah Berbagai Kitab Turats Islami

Pengabdian putra menyimak arahan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlah. (Foto: Bayu)

Abi Thoha juga mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan sebagai ruh kehidupan pesantren. Sebab, ketika ukhuwah mulai pudar, maka akan hilang pula kekuatan yang selama ini menjadi penopang perjuangan bersama.

“Dampak tidak ada persaudaraan adalah tidak ada kerja sama, tolong-menolong, saling menguatkan, dan toleransi,” tegasnya.

Pada materi perdana Penataran Pengabdian, Abi Thoha mengangkat tema Aimmatul Ummah, sebuah cita-cita besar yang harus tertanam dalam diri setiap santri. Ia menegaskan bahwa santri tidak boleh hanya bercita-cita menjadi orang yang baik untuk dirinya sendiri, tetapi harus siap menjadi sosok yang mampu membimbing, mengarahkan, dan membawa kebaikan bagi masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa Aimmatul Ummah yang berarti para pemimpin umat. Sosok yang mampu menjadi teladan dalam kebaikan, memberikan arah, serta membimbing masyarakat menuju kemaslahatan.

Baca Juga: Penentuan Akhir: Harus Lebih Semangat dan Rajin dalam Belajar!

Pengabdian putri saat menyimak arahan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlah. (Foto: Bayu)

 Untuk menguatkan pesan tersebut, Abi Thoha mengutip firman Allah SWT:

وَإِذِ ابْتَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ ۖ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji oleh Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu ia melaksanakannya dengan sempurna. Allah berfirman: Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia.” (QS. Al-Baqarah: 124)

Ia juga membacakan firman Allah SWT:

وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا

“Dan Kami jadikan mereka sebagai para pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami.” (QS. Al-Anbiya’: 73)

Tidak hanya itu, Abi Thoha turut mengingatkan sabda Rasulullah SAW:

“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.”

“Mengapa harus Aimmatul Ummah? Karena laki-laki fitrahnya adalah imam. Ia bisa menjadi pembawa perbaikan bagi umat, menjadi imam keluarga, menjadi laki-laki sesungguhnya, dan menjadi imam dalam shalat,” tegasnya.

Reporter: Fikri Rafif Rasmadi
Fotografer: Bayu Sagara Laksono P.
Editor: Ahmad Setiawan

Pendaftaran Tahun Pelajaran 2026/2027

Pendaftaran Santri Baru (PSB) KMI Al-Ishlah Putra & Putri Tahun Pelajaran 2026/2027 dibuka pada tanggal 1 Oktober 2025 s.d. 30 Mei 2026

Days
Hours
Minutes
Seconds