
Bondowoso, Media Al-Ishlah – Rabu, (04/02/2026) Para calon da’i memasuki hari kelima dalam kegiatan Daurah Intensif Standarisasi Da’i Program Dakwah Qurowiyah 1447 H. Diasuh oleh Ustadz Wahyudi Muthalib, S.Pd., materi yang dibawakan pada pertemuan kali ini adalah tentang manajemen waktu.
Ustadz Wahyudi menerangkan bahwa manajemen waktu adalah suatu hal yang sangat penting untuk dikuasai oleh para calon da’i. Hal itu karena dengan manajemen waktu yang baik, para calon da’i akan memiliki jadwal keseharian yang teratur.
Baca Juga: Seminar Kesekretariatan, Belajar sambil Menguatkan Ukhuwah
Jika seorang da’i tidak memiliki manajemen waktu yang baik, ia akan mengalami banyak masalah seperti kelelahan dan tidak tersampaikannya tujuan dakwah dengan maksimal dan efektif. Selain itu, dalam Al-Qur’an juga Allah menjelaskan bahwa waktu merupakan amanah besar yang nanti pasti akan dimintai pertanggungjawabannya.

Alumnus Pondok Pesantren Al-Ishlah angkatan ke-20 ini juga menekankan agar para calon da’i mengetahui fiqh al-awlawiyyat (skala prioritas) dalam mengerjakan tugas-tugasnya ketika terjun ke medan dakwah nanti. “Antum harus bisa membedakan mana hal yang lebih utama dan berdampak sehingga harus didahulukan,” ungkapnya.
Baca Juga: Tingkatkan Wawasan Santri Dengan Cerdas Cermat
Dalam pemaparannya, Ustadz Wahyudi menjelaskan waktu dari beberapa perspektif. Dilihat dari Ilmu Manajemen Sosial waktu adalah sumber daya terbatas yang harus dikelola dan dievaluasi. Dari segi Psikologi, manajemen waktu adalah bagian dari self-regulation, yaitu kemampuan individu mengendalikan perilaku dan emosi untuk mencapai tujuan.
وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ
“Hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat),” (QS. Al-Hasyr: 3)

Baca Juga: Pembukaan Muroja’atul ‘Ammah di Pondok Pesantren Al-Ishlah
Semoga dengan pemaparan materi ini, para calon da’i bisa mewujudkan integrasi antara waktu, ibadah, dan dakwah sehingga ia mampu menjadi da’i yang disiplin, amanah, profesional, dan istiqamah dalam dakwah.
Reporter: M. Alfino E.H.
Fotografer: Adly Fahreza R.H.
Editor: Rizal Dwi Arifaldana




