
Bondowoso, Media Al-Ishlah – Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur mengadakan Bimbingan Teknis Literasi dan Numerasi bagi seluruh sekolah swasta di Bondowoso yang mendapatkan bantuan BOSKIN (Biaya Operasional Sekolah Kinerja Terbaik).
Bimbingan Teknis para guru ini terbagi menjadi tiga tahap kegiatan. Kegiatan pertama diawali dengan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) pada Kamis, 3 September 2026 di SMP Nurul Islam, yang mengacu pada delapan standar pendidikan nasional. Dilanjutkan dengan Bimbingan Teknis Penguatan Literasi dan Numerasi, yang bertempat di SMP Plus Al-Ishlah Bondowoso pada Jum’at, 04 September 2026. Kegiatan ketiga yang akan mendatang pun akan menjelaskan mengenai Penguatan Digitalisasi di SMP Sunan Kalijogo Bondowoso pada Sabtu, 5 September 2026.
Musyawarah Kerja: Membangun Semangat Baru Melalui Inovasi Program Kerja Bersama
Dengan mengundang Ibu Dwi Ari Noerharijanti, S.T., M.KOM sebagai narasumber, ibu dari dua anak tersebut memaparkan tingkat literasi dan numerasi siswa/i di Jawa Timur yang berada pada angka 99% low order thinking, sedangkan 1% untuk siswa/i high order thinking. Sehingga, tugas satuan pendidikan saat ini ialah meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa dalam meningkatkan kapasitas hidup, dengan berpikir kritis sebagai hasil tindak lanjut dari informasi yang didapat siswa/i di Jawa Timur.
Lulusan Informatika Institut Teknologi Adhitama tersebut juga menerangkan salah satu problematika rendahnya angka literasi dan numerasi di Indonesia, yang berasal dari lingkungan pendukung yang minim. Hal tersebut juga difaktori pengaruh gadget dengan kontrol rendah.
Upaya demi meningkatnya literasi dan numerasi pun tak terlepas dari peran para guru di sekolah dan orang tua di rumah. Para guru sebagai orang tua di sekolah, harus menyusun strategi pembelajaran dan program-program yang dapat meningkatkan literasi dan numerasi siswa. Maka dari itulah, kegiatan ini diadakan untuk menjelaskan kepada para pengajar Capaian Pembelajaran yang harus tetap dipatuhi oleh para guru demi tercapainya tujuan tersebut.
Pembekalan Pidato Kelas Akhir Kulliyatul Muballighaat Al-Islamiyyah
Sementara itu, terdapat tiga kunci penting yang diberikan oleh Ibu Ari dalam meningkatkan literasi dan numerasi para peserta didik. Pertama, aspek fisik lingkungan. Kedua, sosial efektif dengan membangun komunikasi yang baik dan mendukung anak dalam mengontrol emosi dan ketiga, kurikulum.
Salah satu peserta BIMTEK mengaku mendapatkan banyak manfaat dari acara yang diselenggarakan ini, “Selama ini kan kami hanya tahu rapor pendidikan itu skornya sekian, sekian. Ternyata di situ ada kode-kode seperti A, D, dan seterusnya, yang ternyata ada maknanya. Jadi kami mengetahui banyak pengetahuan baru dan pengalaman dari hasil sharing dengan teman-teman tadi juga.”
Pembukaan Program Niha’ie 26/27: Bukanlah Akhir, Namun Awal Perjuangan
Ibu Ari sebagai pemateri berharap setelah diselenggarakannya kegiatan ini, para peserta yang merupakan guru dari berbagai sekolah di Bondowoso dapat bersama-sama membangun sekolah menjadi lebih baik dengan menyelesaikan berbagai masalah yang sering kali dihadapi oleh para guru di Jawa Timur.
Reporter: Dzakiroh Qoyyimah Hubbi
Fotografer: Muhammad Rasyid Ridho
Editor: Qonita Husna Zahida




