
Bondowoso, Media Al-Ishlah – Jum’at, (20/03/2026) Pukul 07.00 WIB Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso melaksanakan shalat ‘Idul Fitri 1447 H di Lapangan Kampus Putra Pondok Pesantren Al-Ishlah. Shalat ‘Ied yang dihadiri ratusan jama’ah yang berasal dari berbagai daerah tersebut dilaksanakan dengan khidmat.
Baca Juga: Kebersamaan dalam Berbagi Zakat kepada Para Jamaah
Selepas shalat ‘Ied dan khutbah, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlah, Abi K.H. Thoha Yusuf Zakariya, Lc., menyampaikan bahwa Al-Ishlah tidak sembarang menetapkan Hari Raya Idul Fitri, tapi bersumber dari sebuah hadits Nabi SAW yang berbunyi:
صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ
Artinya: “Berpuasalah kalian saat melihat hilal (Ramadhan) dan berbukalah kalian saat melihat hilal (Syawwal).” (HR. Bukhari & Muslim)

Hadist ini menegaskan bahwa kata Shuumuu (صُومُوا ) berarti sebuah perintah umum, bukan hanya merujuk ke satu daerah lokal, tapi menunjukkan kepada satu kesatuan umat muslim diseluruh dunia. “Jadi Indonesia, Alaska, Amerika, Saudi, Turki semua umat muslim di penjuru dunia tunduk pada Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT),” ujarnya.
Baca Juga: Warnai Indahnya Sore Ramadhan dengan menebarkan Kebahagian dan Keberkahan
Penetapan KHGT juga bersumber dari hadits ketika Rasulullah SAW bertemu dengan kafilah dagang luar kota dan menemui bahwa mereka mengaku sudah berhari raya ditempat asalnya. Hal itu membuat Rasul mengumumkan kepada para sahabat yang saat itu masih berpuasa untuk berhari raya saat itu juga.

Baca Juga: Kembalinya Santri ke Pondok, Menandai Semangat Baru dalam Menuntut Ilmu
Bapak pimpinan pondok mengimbau agar tidak bertengkar karena adanya perbedaan penetapan hari raya karena semuanya mempunyai dalil masing-masing dan hendaknya saling rukun satu sama lain. “Setiap orang pasti punya pendapat yang berbeda,” pungkasnya.
Reporter: M. Salim A.
Fotografer: M. Fadel G.S.
Editor: M.R. Ridho




