Pengajian Tafsir Jalalain Tambhena Ate ke-147 bersama Syekh Adly Jaber

Abi K.H. Thoha Yusuf Zakariya, Lc., saat menyampaikan sambutannya. (Foto: Fadel)

Bondowoso, Media Al-Ishlah – Sabtu, (07/02/2026) Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso kembali mengadakan kegiatan pengajian rutin bulanan yang selalu dilaksanakan setiap hari Sabtu dari awal bulan. Pertemuan kali ini dihadiri oleh tamu spesial, yaitu Syekh Adly Jaber yang merupakan adik kandung dari ulama’ besar yang terkenal di seluruh penjuru wilayah Indonesia, Alm. Syekh Ali Jaber. Ia telah menempuh perjalanan 14 jam lamanya dari kota Madinah ke Indonesia.

Baca Juga: Bekal Awal: Santri Niha’ie Siapkan Diri tuk jadi Pendidik yang Berkompetensi!

Acara ini diasuh langsung oleh K.H. Thoha Yusuf Zakariya, Lc. Dalam sambutannya ia mengingatkan para jama’ah agar tidak lupa dengan 6 wasiat Allahuyarham Abi K.H. Muhammad Ma’shum, yaitu: Dzikrullah (selalu mengingat Allah), Qiyamul Lail (shalat malam), Tilawatil Qur’an (membaca Al-Qur’an), Shadaqoh (selalu shadaqoh meski hanya dengan senyuman), Istighfar (memohon ampun kepada Allah), Amar Ma’ruf Nahi Munkar (mengajak-ngajak pada kebaikan).

Suasana jama’ah saat menyimak pengajian Tafsir Jalalain. (Foto: Fadel)

Setelah menyampaikan sambutannya, acara dilanjutkan dengan pengajian Tafsir Jalalain bersama Ustadz Habibi Hamzah, Lc., M.Pd. Adapun ayat yang akan dikaji adalah QS. Al-Baqarah ayat 269, yang mana diantara pelajaran terpenting yang ada dalam ayat tersebut adalah pentingnya mengambil suatu hikmah yang telah Allah anugerahkan kepada kita serta selalu mengambil pelajaran yang ada.

Baca Juga: Jalin Shilaturrahim: Kapolres Bondowoso yang Baru Kunjungi Pimpinan Ponpes Al-Ishlah

Acara diskors untuk melaksanakan shalat Isya’ berjama’ah. Usai menunaikan shalat Isya’ berjama’ah, acara dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Syekh Adly Jaber, didahului dengan sambutan dari Ustadz Restu Sugiharto selaku founder Ustadz Cinta Community (UCC) yang mendampingi kegiatan safari Syekh Adly Jaber selama beberapa hari ke depan.

Syekh Adly Jaber saat menyampaikan tausiyahnya. (Foto: Reza)

Ustadz Restu menceritakan alur kehidupan Almarhum Syekh Ali Jaber saat masih berdakwah dan menyampaikan wasiat untuk mencari mujahid-mujahidah yang masih memiliki semangat berjuang untuk menjadi hafidz-hafidzah yang ahli Qur’an. Dan wasiat terakhir yang disampaikan adalah menjalankan program mencetak sejuta hafidz Qur’an.

Baca Juga: Meneguhkan Dakwah di Era Perubahan

Syekh Adly Jaber didampingi oleh Ustadz Junaidi selaku penerjemah, karena dirinya masih belum bisa berbicara dengan bahasa Indonesia. Dalam tausiyahnya, ia mengungkapkan bahwa Indonesialah akhir dari perjuangan kakaknya yaitu Almarhum Syekh Ali Jaber. Tapi, ada satu perjuangan yang hingga saat ini masih diperjuangkan, yaitu mencetak sejuta penghafal Al-Qur’an.

Foto salah satu dermawan bersama Syekh Adly Jaber. (Foto: Reza)

Alasan kenapa Almarhum Syekh Ali Jaber berdakwah hingga membuat program mencetak sejuta penghafal Al-Qur’an adalah karena ia ingin meneladani serta berjuang seperti Rasulullah SAW. Ia ingin Indonesia menjadi negara yang dipenuhi oleh para ahlul Qur’an. Seperti hadits yang disabdakan oleh Rasulullah SAW: “خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ” (Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengamalkannya), demikianlah pesan singkat yang ia sampaikan.

Acara berakhir dengan pemberian hadiah dari Syekh Adly Jaber kepada para dermawan yang berkenan menginfakkan hartanya untuk pembangunan pondok-pondok tahfidz, kemudian do’a yang dipimpin oleh Ustadz Habibi Hamzah, Lc., M.Pd.

Reporter: Ilham Maulana
Fotografer: M. Fadel G.S., Adly Fahreza R.H.
Editor: Ahmad Setiawan

Pendaftaran Tahun Pelajaran 2026/2027

Pendaftaran Santri Baru (PSB) KMI Al-Ishlah Putra & Putri Tahun Pelajaran 2026/2027 dibuka pada tanggal 1 Oktober 2025 s.d. 30 Mei 2026

Days
Hours
Minutes
Seconds