
Bondowoso, Media Al-Ishlah – Sabtu, (04/10/25) Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso, kembali menggelar Kajian Rutin Tafsir Jalalain Tambhana Ate ke-143 di Masjid Kembar Pondok Pesantren Al-Ishlah dan dipimpin langsung oleh Bapak Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso, Abi K.H. Thoha Yusuf Zakariya, Lc.
Baca Juga: Memperbaiki Bacaan agar Lebih Dekat dengan Qur’an
Pengajian ini dihadiri oleh keluarga besar pondok, asatidz dan asatidzah, santriwan dan santriwati, mahasiswa serta jama’ah. Meriahnya, jama’ah yang hadir tak hanya dari sekitar Grujugan saja, tetapi juga dari luar daerah Grujugan pun ikut hadir. Sebab tujuan Pengajian Tafsir Jalalain bukan hanya sekadar menambah wawasan tentang Al-Qur’an, tetapi juga untuk mempererat tali shilaturrahim antar saudara umat muslim.

Pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Jam’iyatul Quro’ mengawali berlangsungnya pengajian tersebut, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlah, Abi K.H. Thoha Yusuf Zakariya, Lc., menyampaikan bahwa, “Orang yang beriman adalah orang yang terkonfirmasi antara pikiran, perasaan, dan tingkah lakunya kepada kebaikan.”

Tak lupa pula, 6 wasiat Pendiri Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso, Abi K.H. Muhammad Ma’shum selalu diingatkan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlah, yaitu: dzikrullah (mengingat Allah), qiyamul lail (shalat malam), membaca Al-Qur’an, memperbanyak istighfar, perbanyak shodaqoh, dan mengajak orang kepada kebaikan.

Acara dilanjutkan setelah pelaksanaan sholat Isya’ berjamaah dengan pembacaan sekaligus penjelasan Kitab Tafsir Jalalain yang disampaikan oleh Ustadz M. Habibie Hamzah, Lc., M.Pd., yang memaparkan tafsir Al- Qur’an surah Al-Baqarah ayat 260
وَاِذْ قَالَ اِبْرٰهٖمُ رَبِّ اَرِنِيْ كَيْفَ تُحْيِ الْمَوْتٰىۗ قَالَ اَوَلَمْ تُؤْمِنْۗ قَالَ بَلٰى وَلٰكِنْ لِّيَطْمَىِٕنَّ قَلْبِيْۗ قَالَ فَخُذْ اَرْبَعَةً مِّنَ الطَّيْرِفَصُرْهُنَّ اِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلٰى كُلِّ جَبَلٍ مِّنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِيْنَكَ سَعْيًاۗ وَاعْلَمْ اَنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌحَكِيْمٌࣖ ٢٦٠
Artinya: “(Ingatlah) ketika Ibrahim berkata, “Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati.” Dia (Allah) berfirman, “Belum percayakah engkau?” Dia (Ibrahim) menjawab, “Aku percaya, tetapi agar hatiku tenang.” Dia (Allah) berfirman, “Kalau begitu, ambillah empat ekor burung, lalu dekatkanlah kepadamu (potong-potonglah). Kemudian, letakkanlah di atas setiap bukit satu bagian dari tiap-tiap burung. Selanjutnya, panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.” Ketahuilah bahwa Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”
Baca Juga: Bukan Sekadar Teori, tapi dapat Mempraktikkan dengan Rinci!
Dalam penjelasaanya, Ustadz Habibi menyampaikan bahwa adab bertanya, meminta dan berdoa kepada Allah adalah dengan memujinya terlebih dahulu dan mempercayainya bahwa kuasa hidup dan mati sungguh hanya berada dalam genggamannya saja. Dalam ayat ini, ia juga mengisahkan tentang Nabi Ibrahim yang bertanya tentang kuasa Allah atas kematian dan kehidupan setiap makhluk di muka bumi ini

Kemudian ia menjelaskan, “Allah perintahkan kepada Nabi Ibrahim agar menyembelih 4 ekor burung, mencacahnya dan mencampurnya antara satu dengan yang lainnya, kemudian diperintahkanlah Nabi Ibrahim untuk meletakkan potongan tubuh burung tersebut di atas beberapa gunung–ada beberapa ulama’ yang menyebutkan diatas empat gunung ada pula yang menyebutkan tujuh gunung–lalu Allah memperintahkan untuk memanggil burung-burung itu, niscaya mereka burung-burung akan mendatangimu dengan cepat.” jelas salah seorang Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah tersebut.
Baca Juga: Ujian Tashih Al-Qur’an Metode Ummi
Kesimpulan yang dapat diambil dari penjelasan Tafsir Jalalain diatas adalah betapa besar kuasa Allah, betapa bijaksananya Allah, dan tidak ada sesuatupun yang dapat melemahkan Allah SWT. Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Gus Ahmad Jaisyu Muhammad

Reporter: N. Aisyah Tiffany Novelisa P.
Fotografer: Adly Fahreza, Yardan Rafha
Editor: Qonita Husna Zahida




