
Bondowoso, Media Al-Ishlah — Sabtu, (03/01/2026) Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso mengadakan Pengajian Rutin Tafsir Jalalain “Tambhena Ate” ke-146 di Masjid Kembar Pondok Pesantren Al-Ishlah yang dihadiri oleh seluruh santriwan dan santriwati, asatidz dan asatidzah, alumni, warga sekitar, serta jama’ah.
Dibuka dengan MC dan alunan ayat suci Al-Qur’an, acara dilanjutkan dengan sambutan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlah, Abi K.H. Thoha Yusuf Zakariya, Lc., “Keberhasilan-keberhasilan di atas muka bumi yang dilakukan oleh kita itu yang mengatur berhasil atau tidaknya adalah Allah SWT,” tuturnya, “kebanyakan kita ketika sudah berhasil, lupa kepada Allah, akan tetapi ketika tidak berhasil kita menyalahkan Allah,” lanjutnya.
Dalam sambutannya, ia membahas tentang banyaknya godaan-godaan di zaman sekarang. Yang mana, banyak diantara manusia tergoda oleh dunia, terjerumus karena dunia dan akhirnya melakukan perbuatan dosa.
Baca Juga: Pembukaan Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) SILAH Putri

“Sebenarnya Allah SWT sudah cukup mengazab dan menurunkan musibahnya untuk kita. Jadi musibah yang terjadi saat ini, itu karena akibat maksiat-maksiat yang dilakukan oleh manusia.”
Ia mengajak untuk mengevaluasi bersama kejadian bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini guna menjadikan renungan sekaligus pembelajaran berharga yang dapat diambil hikmanya.
“Yang paling penting adalah manusia harus menjaga diri agar tetap beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.”
Tak lupa, ia mengingatkan 6 wasiat Allahuyarham Abi K.H Muhammad Ma’sum kepada seluruh jama’ah agar senantiasa taat dan bisa meningkatkan keimanan kepada Allah SWT, yakni dzikrullah (mengingat Allah), qiyamul lail (sholat malam), tilawah Al-Quran, istigfar (memohon ampun kepada Allah), shodaqoh, dan mengajak orang untuk menjadi baik.
Baca Juga: Aksi Peduli Sesama: Relawan LAZISWAF Al-Ishlah dan APB Galang Donasi untuk Bencana Aceh dan Sumatera

Setelah pelaksanaan shalat Isya’, pengajian dilanjutkan dengan pemaparan kitab Tafsir Jalalain oleh Ustadz M. Habibie Hamzah, Lc., M.Pd. Pada kesempatan kali ini, ia mengajak jama’ah untuk memperdalam makna Surat Al-Baqarah ayat 266-268.
“Jika ingin bersedekah, hendaknya memilih dari harta terbaik yang kita miliki. Jangan memilih yang jelek. Yang mana kalian sendiri tidak mau menerima pemberian seperti itu, dan mungkin jika kalian terima, kalian menerimanya dengan menutup mata.”
Allah SWT tidak membutuhkan shadaqah dari manusia. Akan tetapi, manusia itulah yang membutuhkan pahala dan berharap agar amal shalihnya diterima di sisi Allah SWT.

Tak hanya itu, Ia juga menyoroti berbagai tipu daya setan yang membuat manusia enggan bersedekah. Salah satunya adalah menyuruh manusia untuk mengungkit-ungkit kebaikan yang pernah dilakukan dan menakut-takuti manusia akan kemiskinan.
Terakhir, pengajian ditutup dengan doa oleh Gus Ahmad Jaisyu Muhammad.

Reporter: Luna Farah Nazilla
Fotografer: Adly Fahreza
Editor: Qonita Husna Zahida




