Pengajian Rutin Bulanan Tafsir Jalalain “Tambhena Ate” Ke-152

K.H. Yasin Dhia ul-Haqq, M.A., sedang memberikan tausiyah. (

Bondowoso, Media Al-Ishlah – Sabtu, (04/07/2026) selepas shalat maghrib berjama’ah Pondok Pesantren Al-Ishlah menyelenggarakan pengajian rutin bulanan Tafsir Jalalain “Tambhena Ate” ke-152. Kegiatan ini bertempat di Masjid Kembar Pondok Pesantren Al-Ishlah dan dihadiri oleh jama’ah dari berbagai wilayah Bondowoso dan sekitarnya.

Baca Juga: Awal Baru Untuk Tumbuh: MPLS 26/27 SD Plus Al-Ishlah

Pengajian ini diasuh langsung oleh Abi K.H. Thoha Yusuf Zakariya, Lc. Dalam sambutannya yang kali ini diwakili oleh K.H. Yasin Dhia Ul-Haqq, M.A. selaku wakil Pondok Pesantren Al-Ishlah. Ia mengingatkan para jama’ah agar senantiasa mengamalkan enam wasiat Allahuyarham Abi K.H. Muhammad Ma’shum, yaitu: memperbanyak dzikrullah (mengingat Allah), melaksanakan qiyamul lail (shalat malam), tilawatul Qur’an (membaca Al-Qur’an), gemar bershadaqah meskipun hanya dengan senyuman, memperbanyak istighfar, serta menegakkan amar ma’ruf nahi munkar.

Suasana pengajian Tafsir Jalalain Tambhane Ate ke – 152. (Foto: )

Ustadz Habibie Hamzah, Lc., M.Pd., selaku mubayyin Tafsir Jalalain, melanjutkan pengajian dengan menjelaskan QS. Al-Baqarah ayat 277–279 yang berisi tentang larangan riba. Di dalam ayat itu menjelaskan bahwa untuk Kembali kepada Allah SWT. secara totalitas semua bayang-bayang Riba yang pernah Ia lakukan harus dihapus total seluruh jejaknya.

Baca Juga: Santri Multitalenta: Mengasah Bakat Menebar Manfaat

Jangan sampai tersisa sedikitpun jejak-jejak yang akan membuatnya Kembali kepada riba. Kita harus memerangi setiap hal yang berbau riba sedikitpun. Jangan sampai ada celah untuk bisa Kembali kepada perkara ribawi. “Sehendaknya kita meninggalkan praktek-praktek riba,” ujar alumni lulusan Yama tersebut.

Dr. H. Fahmi Salim, L.c., M.A., sedang memberikan tausiyah. (Foto:

Acara dijeda dengan shalat isya’ berjamaah dan dilanjutkan dengan paparan yang akan diisi oleh dua bintang tamu yaitu K.H. Nonop Hanafi, M.Pd.I. dan K.H. Dr. Fahmi Salim, Lc., M.A.. Abi K.H. Thoha Yusuf Zakariya, Lc., selaku pimpinan pondok pesantren Al-Ishlah menjelaskan Kembali Tafsir yang dipaparkan Ust. Habibie Hamzah, Lc. lalu mempersilahkan Kyai Fahmi memaparkan materinya

Baca Juga: Menyemai Semangat, Mengukuhkan Keikhlasan

K.H. Dr. Fahmi Salim, Lc., M.A., selaku Founder dan Direktur Al-Fahmou Institute, pusat dakwah Al-Quran menceritakan ia pernah bertemu Almarhum K.H. Muhammad Ma’shum Al-Lessy, pendiri Pondok Pesantren Al-Ishlah. Ia menyampaikan bahwa Indonesia sering diisyaratkan oleh Nabi Muhammad SAW. Itu karena Indonesia punya kekayaan yang sangat luas dan tempat Islam pernah berjaya dalam Nusantara.

Maka dari itu, ia menganjurkan agar kita terus untuk memperjuangkan Indonesia agar menjadi negeri yang maju. Jangan sampai Indonesia terus dikerus habis-habisan oleh negara lain. Indonesia pernah mengalami masa kemunduran yaitu masa reformasi 1998. Maka dari itu semoga akan terjadi kemerdakaan Indonesia yang kedua. “Mari kita selalu berdo’a Ihdinashshiraatal Mustaqim agar selalu diberi petunjuk bagaimana caranya memajukan Indonesia,” tutupnya.

Baca Juga: Al-Qur’an Sebagai Warisan Terbaik Pondok Pesantren Al-Ishlah

K.H. Nonop Hanafi menyampaikan bahwa islam sekarang dikotak-kotakkan oleh orang barat. Islam sering dibagi-bagi menjadi berbagai ormas. Padahal pada zaman dulu Islam pernah mengalami kejayaan.

Islam akan menjadi 5 fase : Nubuwah, Khulafaur Rasyidin, mulkan Addon (Raja menggigit), Mulkan jabriyyan (Raja Diktator) dan Kejayaan. Maka dari itu, untuk mencapai kejayaan masa lalu, ada 4 hal yang harus ada dalam Islam yaitu : Iman yang kuat, ilmu, persatuan, dan amal. “Insyaallah Indonesia akan menjadi negara superpower,” harapnya.

Baca Juga: Meneguhkan Visi Pendidikan Melalui 11 Kualifikasi Tamatan Santri

Sebagai penutup, rangkaian pengajian diakhiri dengan do’a bersama yang dipimpin oleh kedua tamu pembicara tersebut

Reporter: M. Salim A.
Fotografer: Yardan Rafha H.
Editor: Ahmad Setiawan

Pendaftaran Tahun Pelajaran 2026/2027

Pendaftaran Santri Baru (PSB) KMI Al-Ishlah Putra & Putri Tahun Pelajaran 2026/2027 dibuka pada tanggal 1 Oktober 2025 s.d. 30 Mei 2026

Days
Hours
Minutes
Seconds