
Bondowoso, Media Al-Ishlah – Setelah sepuluh hari lamanya para peserta Daurah Intensif Standarisasi Da’i dibekali berbagai materi. Selasa, (10/02/2026) merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh para peserta yaitu acara pelantikan para da’i Muballigh Mushlihul Ummah. Acara bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) yang dihadiri oleh jajaran pengurus pondok, departemen-departemen, dan para asatidz.
Acara dibuka dengan pembacaan susunan acara dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa, serta menyanyikan lagu hymne Oh Pondokku dan hymne Al-Ishlah. Dilanjutkan dengan laporan pengadaan acara oleh Ustadz Mohammad Nahrawi S.Pd.I., selaku Mudier KMI Putra.
Baca Juga: Makna Shalat di Tengah Perkembangan Zaman
“Sesuatu yang besar itu dimulai dari sesuatu yang kecil, dan keinginan yang besar juga dimulai dari keinginan yang kecil. Maka dari itu, kita harus menanamkan rasa yakin kepada Allah di dalam hati. Jangan khawatir di dalam hidup ini dan besyukurlah kepada Allah karena seorang da’i adalah seorang yang siap sedia dimanapun dan kapanpun jika jasanya dibutuhkan,” ucapnya saat menyampaikan sambutan.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Kepala Departemen Pendidikan Pondok Pesantren Al-Ishlah, Ustadz Misbahul Mushlih, M.Pd.,“Seorang santri adalah nikmat yang sangat besar yang diberi oleh Allah, karena para santri benar-benar mengamalkan apa yang telah dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Hal ini menunjukkan bahwa santri bisa menjaga waktunya dan kesehatannya dengan baik dengan cara bergerak. Karena di dalam pergerakan itu terdapat barokah, ” jelasnya kepada para calon da’i.
تَحَرَّكْ فَإِنَّ فِي الْحَرَكَةِ بَرَكَةً
Artinya: Bergeraklah, karena dalam setiap pergerakan pasti ada keberkahan!
Baca Juga: Menguatkan Skill Berbahasa Santri di Bulan Penuh Berkah
Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi pengukuhan da’i Muballigh Mushlihul Ummah, yang mana para da’i tersebut akan dikirim ke berbagai daerah. Para calon da’i dikukuhkan secara simbolis oleh Mudier KMI Putra dan Kepala Departemen Dakwah Pondok Pesantren Al-Ishlah.

Kepala Departemen Dakwah Pondok Pesantren Al-Ishlah, Ustadz Drs. Danok Sujiatno menitipkan pesan kepada para calon da’i, “Ketika di medan dakwah nanti ada tiga golongan manusia. Pertama yaitu orang yang mengerjakan tugasnya dengan baik dan totalitas lillahita’ala. Kedua yaitu orang yang mengerjakan tugasnya, tapi terselip di pikirannya menginginkan kenikmatan dunia. Ketiga yaitu orang yang tidak tau apa itu halal dan haram. Orang seperti inilah yang wajib kitab beri pencerahan kepadanya sebagai seorang da’i,” pesannya.
Baca Juga: Gagal Merencanakan, Siap Merencanakan Kegagalan
Sebagai penutup Ustadz Drs. Danok Sujiatno memperlihatkan sebuah potongan video yang menceritakan tentang perjuangan seorang da’i, yaitu kisah para hawariyyun di zaman Nabi Isa AS. sebagai motivasi untuk para calon da’i yang akan bertugas.
Reporter: Insan Kamil A.
Fotografer: Adly Fahreza R.H.
Editor: Ahmad Setiawan




