
Bondowoso, Media Al-Ishlah — Salah satu tugas pengurus SILAH adalah menjaga dan meningkatkan kemampuan berbahasa yang telah menjadi simbol mahkota pondok. Sehingga demi mewujudkan tujuan tersebut, panitia Training of Leadership (TOL) memberi kesempatan para peserta menambah wawasan mereka dengan mengadakan pelatihan berbahasa pada Sabtu sore, (01/08/2026) di Gedung Serba Guna (GSG).
Baca Juga: Training of Leadership: Membentuk Pemimpin Berkualitas yang Siap Mengabdi
Mengundang Ustadzah Annisa’ Fitriyah Anwari, M.Pd., sebagai pembicara, Ustadzah Fitri tidak hanya mengajarkan materi kepada peserta TOL, tetapi juga menumbuhkan minat peserta TOL untuk mempelajari Bahasa, “Kesalahan orang yang belajar bahasa adalah tidak mau praktik. Faktanya, belajar bahasa itu bukan soal durasi panjang belajarnya. Tetapi, seberapa sering bahasa itu digunakan.”

Alumna KMI tahun 2019 tersebut mengibaratkan pentingnya praktik sebagai sebuah sepeda. Seseorang yang tidak pernah mencoba menaiki sebuah sepeda, tidak akan pernah bisa bersepeda dibanding seseorang yang selalu melatih kemampuan bersepedanya. Meski pengetahuan tentang sepeda yang orang itu miliki, tidak sedalam orang yang tidak pernah berlatih tersebut.
Pemateri memaparkan bahwa saat ini bahasa Inggris telah digunakan lebih dari 67-88 negara dari total 195 negara di dunia. Selain itu, rata-rata beasiswa luar negeri memberikan persyaratan kemampuan berbahasa yang diujikan dalam tes bahasa Inggris, seperti TOEFL & IELTS.
“Bahasa bukan hanya investasi saat ini, tapi juga investasi buat masa depan. Jangan lihat gunanya sekarang, tapi bayangkan 5-10 tahun ke depan,” tutur alumna Al-Ishlah angkatan ke-26 itu.
Dalam penyampaiannya, narasumber menerangkan pentingnya berbahasa, terutama bahasa Inggris dan Arab. Karena kedua bahasa tersebut dapat berperan sebagai alat dakwah dan komunikasi global, jembatan ilmu, serta bekal di masa depan.
Baca Juga: Menjadi Hamba Allah yang Amanah, Mengkaji Kisah inspiratif Para Pemimpin Wanita Surga
Tak hanya itu, Ustadzah Fitri juga menyebutkan beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam belajar Bahasa, antara lain motivasi, lingkungan, guru, latihan, teman serta media sosial.

Di akhir pelatihan, pemateri mengadakan permainan kartu antonim bahasa Inggris, yang tidak hanya mengundang antusiasme peserta TOL. Tetapi juga melatih kemampuan berbahasa, kecepatan berpikir, serta ketangkasan setiap peserta.
Acara diahiri dengan pemberian sertifikat penghargaan kepada Ustadzah Annisa’ Fitriyah Anwari, M.Pd., sebagai pemateri, sebelum ditutup dengan do’a kaffaratul majlis.
Reporter: Faiza Karimatuz Zahida
Fotografer: Intana Lady F.H.
Editor: Rini Aisyah




