
Bondowoso, Media Al-Ishlah – Sabtu,(07/03/2026) Pondok Pesantren Al-Ishlah menggelar Pengajian Rutin Tafsir Jalalain Tambhane Ate ke – 148 dan buka puasa bersama pada pukul 14.55 WIB. Selepas shalat Ashar, acara yang berlokasi di Masjid Kembar Ponpes. Al-Ishlah ini diikuti para jama’ah yang terdiri dari para santri, ustadz, mahasantri dan warga sekitar. Pengajian kali ini kedatangan tiga tamu istimewa yakni Syekh Adly Jaber, Bapak AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M. dan Bapak Letkol Arh Achmad Yani, S.E., M.Han..
Baca Juga: Ramadhan Camp SMP Alam Insan Cendekia Resmi Ditutup
Setelah acara di buka oleh pembawa acara, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, Abi K.H. Thoha Yusuf Zakariya, Lc. kembali mengulang 6 wasiat Allahuyarham Abi K.H. Muhammad Ma’sum, Lc. kepada seluruh jama’ah agar bisa meningkatkan keimanan kepada Allah SWT, dengan dzikrullah, membaca Al-Qur’an, memohon ampunan kepada Allah (istighfar), sedekah dan mengajak orang untuk menjadi baik.

Acara dilanjut dengan paparan singkat tafsir Jalalain oleh Ustadz Habibie Hamzah, Lc. tentang surah Al-Baqarah ayat 270-271 yang berisi tentang tata cara zakat dan sedekah, mulai dari yang sunnah hingga yang wajib. “Kalau sudah punya 40 kambing yang tergolong orang kaya maka wajib dizakati satu,” ujar alumni Yaman tersebut.
Baca Juga: Melepas Rindu Keluarga, Santri KMI Jalani Perpulangan Semester Dua
Ia melanjutkan penyampaiannya tentang nadzar. Bahwa nadzar itu bisa menjadi makruh jika sebuah ibadah dilakukan hanya Ketika permohonannya dikabulkan karena hal ini sama dengan orang kikir yang maunya beribadah jika ada balasan tertentu. “Kecuali nadzar ini muncul di orang yang tidak berharap imbalan apa-apa,” pungkasnya.

Letkol Arh Achmad menyerukan kepada para jama’ah untuk bekerja sama memajukan Bondowoso. “Tantangan saya adalah tidak memahami adat dan bahasa orang Bondowoso jadi mohon kerja samanya,” ujar Pak Dandim tersebut.
Baca Juga: Tebar Kebahagiaan di Waktu Berbuka dengan Berbagi Takjil
Tak lupa Bapak AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo menyampaikan banyak laporan masuk ke kepolisian adalah judi online (JUDOL) dan penipuan online. Maka ia ingin agar mayarakat Bondowoso langsung melaporkannya ke polisi jika ada masalah. “Ingatkan anak-anak di bawah umur untuk menghindari bermain kembang api ataupun apapun itu yang berbau petasan, namanya apes gak ada di kalender,“ pesan Bapak Kapolres Bondowoso tersebut.

Selanjutnya, Syekh Adly jaber, adik kandung Syekh Ali Jaber menyampaikan bahwa ia sangat cinta pada Indonesia dan ingin memunculkan 1 juta penghafal Al-Qur’an di Indonesia karena sejalan dengan hadist :
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم:مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf, dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

“Karena orang yang membaca, memahami dan menghafal al-Qur’an akan mendapat syafaat dihari kiamat,” ujarnya dengan bahasa arab fasih dan diterjemahkan oleh Ustadz Habibie Hamzah, Lc..

Acara ditutup dengan penggalangan dana organisasi Syekh Ali Jaber 1 juta penghafal Al-Qur’an, doa yang dipimpin oleh Syekh Adly Jaber dan buka bersama.
Reporter: Nurfaizin F.
Fotografer: Reza, Fadel, Yardan
Editor: Ahmad Setiawan




