Bukan Kekurangan Orang Pintar, tetapi Kekurangan Sistem

Bapak Ahmad Qurais memaparkan materi kepada seluruh hadirin dalam kegiatan Sosialisasi Pengolahan Sampah Organik/Anorganik (Foto: Fadel)

Bondowoso, Media Al-Ishlah – Sampai saat ini, sampah tetap menjadi isu yang perlu disoroti secara serius mengingat dampak kerusakan lingkungan yang semakin meluas. Oleh sebab itu, Bapperida (Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah) bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bondowoso mengadakan Sosialisasi Pengolahan Sampah Organik/Anorganik ke setiap sekolah dan pesantren di Bondowoso.

Baca Juga: Mengasah Hafalan dan Menumbuhkan Semangat Berkompetisi Lewat Lomba Hifdzun Nushus

Tak terkecuali di Pondok Pesantren Al-Ishlah, pada hari Senin, 12 Oktober 2026 tepatnya pukul 13.30 WIB tim sosialisasi pemerintah resmi membuka kegiatan Sosialisasi Pengolahan Sampah Organik/Anorganik di Gedung Serba Guna (GSG), yang diikuti oleh 60 peserta dari ustadz/ah pengabdian.

Bapak Febrian memberikan sambutan dalam kegiatan Sosialisasi Pengolahan Sampah Organik/Anorganik (Foto: Fadel)

Mengawali acara, Bapak Febrian dari Bapperida menyampaikan dalam sambutannya bahwa kegiatan sosialisasi yang akan membahas pemilahan dan pengolahan sampah ini merupakan solusi dari masalah yang sering dihadapi masyarakat Indonesia.

Sambutan kedua pun disampaikan oleh Bapak Nanda dari Dinas Lingkungan Hidup yang mengharapkan kerja sama baik antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan tujuan yang ingin dicapai.

Baca Juga: Pengajian Tafsir Jalalain ke-155, Pesantren Didorong Perkuat Kemandirian Ekonomi Santri

Kegiatan sosialisasi ini pun sampai pada acara inti dengan Bapak Ahmad Qurais sebagai pemateri. Ia memaparkan berbagai alasan mengapa pengelolaan terhadap sampah penting dilakukan. Selain itu, ia juga menyebutkan prinsip 3 R dalam pengelolaan sampah, yakni Reduce, Reuse, dan Recycle.

Seluruh hadirin menyimak pemaparan materi dari Bapak Ahmad Qurais (Foto: Fadel)

Meski demikian, pengelolaan sampah di Indonesia kenyataannya masih jauh dari kata baik, “Kita nggak kekurangan orang pintar, nggak kekurangan fasilitas bagus. Tapi kita kekurangan sistem,” ungkapnya.

Selanjutnya, pemateri menjelaskan apa itu sampah, jenis-jenis sampah organik, anorganik, dan residu, hingga dampak nyata yang ditimbulkan sampah yang dikelola dengan baik dan yang tidak dikelola dengan baik, “Sekarang, kata-katanya bukan lagi ‘buanglah sampah pada tempatnya,’ tapi ‘pilahlah sampah sesuai jenisnya.’”

Bapak Ahmad Qurais menunjukkan hasil sampah organik yang diolah menjadi barang (Foto: Fadel)

Bapak Ahmad Qurais ini pun menunjukkan berbagai hasil sampah organik yang diolah menjadi barang seperti meja, plakat, softcase kacamata, gantungan kunci, hingga sampah organik yang diubah menjadi solar, “Sampah menjadi keren jika dikelola dengan tepat,” ujarnya kepada seluruh hadirin.

Baca Juga: Jaka Sopan 2026: Menapaki Langkah Penuh Semangat, Ciptakan Harmoni Kebersamaan dalam Mewujudkan Generasi Sehat

Kegiatan Sosialisasi Pengolahan Sampah ini dilanjutkan dengan praktik mengolah sampah organik menjadi kompos, yang dipraktikkan oleh Bapak Nanda di hadapan seluruh peserta acara.

Bapak Nanda menjelaskan dan mempratikkan pengolahan sampah organik menjadi kompos (Foto: Fadel)

Bersamaan dengan berakhirnya kegiatan ini, seluruh peserta diharapkan dapat mengimplementasikan apa yang telah disampaikan ke dalam kehidupan sehari-hari dan mengajak siapapun untuk memilah dan mengelola sampah secara baik dan tepat. –

Reporter: Dzakiroh Qoyyimah H.
Fotografer: M. Fadel Galung Saputra
Editor: Qonita Husna Zahida

Tentang Penulis:

Pendaftaran Tahun Pelajaran 2026/2027

Pendaftaran Santri Baru (PSB) KMI Al-Ishlah Putra & Putri Tahun Pelajaran 2026/2027 dibuka pada tanggal 1 Oktober 2025 s.d. 30 Mei 2026

Days
Hours
Minutes
Seconds