
Bondowoso, Media Al-Ishlah – Uji Publik dan Ikhtibar Al-Qur’an merupakan program akhir Nihaie, santriwati kelas 6 Kulliyatul Muballighat Al-Islamiyyah (KMI) Putri yang telah menjalankan beberapa rangkaian program kelas akhir selama kurang lebih satu tahun.
Baca Juga: Al-Qur’an Akan Menjadi Syafa’at di Akhirat Kelak
Program kelas akhir ini, dilaksanakan di Auditorium KH. Muhammad Ma’shum pada tanggal 20 Juni 2026, pukul 07.00 dan dihadiri oleh Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlah, KH Yasin Dhiya Ul-Haq MA., beserta keluarga, jajaran aparat pondok, para asatidz dan asatidzah, walisantri kelas Nihaie, serta santriwati kelas 1-5 KMI Putri.

Baca Juga: Usbu’ut Ta’aruf: Mengenal Lebih Dekat Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso
Suasana semakin menegangkan ketika acara telah sampai pada agenda utama program, Uji Publik dan Ikhtibar Al-Qur’an yang pada sesi ini dipandu oleh Ustadz Muhammad Nahrawi, S.Pd.I., dan Ustadz Muhammad Zuhal Fathur Rohman, S.Pd. Sementara itu, sebanyak 56 santriwati siap diuji dengan materi tahfidzul qur’an, tahsinul qur’an dan terjemah Al-Qur’an metode tamyiz.

Setelah melaksanakan Uji Publik dan Ikhtibar Al-Qur’an, acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama dari Bapak Muhammad Ghufron Amrullah, Lc., selaku perwakilan dari walisantri kelas 6 KMI Putri.
Baca Juga: Berhias dengan Ilmu, Bermahkotakan Akhlaq
Dalam sambutannya, ia sangat berterima kasih kepada ustadz dan ustadzah yang telah mengajar di Pondok Pesantren Al-Ishlah mewakili seluruh walisantri Nihai’e, karena telah mewariskan kepada para santrinya hal yang lebih penting dari harta benda, “Al-Ishlah tidak mewariskan kepada santrinya sebuah harta, Al-Ishlah tidak mewariskan kepada santrinya dunia. Tapi yang di wariskan Al-Ishlah kepada para walisantri, terutama kepada santri-santrinya adalah al-kitab, adalah Al-Qur’an.”

Sambutan yang kedua oleh Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlah, KH Yasin Dhia Ul-Haqq, MA., Mewakili Bapak Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlah yang sedang berhalangan hadir, “Ujian sesungguhnya bukanlah ketika kalian diuji di atas panggung, tetapi ujian yang sesungguhnya adalah bagaimana kalian tetap konsisten membaca dan mentadabburi Al-Qur’an, karena bagi calon robbatul bait, Al-Qur’an adalah pedoman dan menu wajib yang harus kalian konsumsi setiap hari,” jelas Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlah tersebut.

Acara diakhiri dengan pembagian sertifikat dan penghargaan kepada juara kelas Ujian Nihai’e Gelombang 2, serta penghargaan santriwati terbaik kategori tahfidzul qur’an yang diraih olehananda Anna Wijadatul J., kategori tahsinul qur’an oleh ananda Syifa’ Meila W.Q., dan terakhir kategori terjemah Al-Qur’an metode tamyiz oleh ananda Dzakiroh Qoyyimah H., sebelum sesi foto bersama dilakukan.
Reporter: Jessica Putri.
Fotografer: Kholis Sophia, Faranisa Nur A.
Editor: Qonita Husna Zahida




