
Bondowoso, Media Al-Ishlah – Sebagai bekal paling penting menjadi seorang pengurus, setiap calon pengurus ditempa memiliki sikap kepemimpinan serta kemampuan manajemen yang baik melalui pelatihan Training of Leadership yang dilaksanakan setiap harinya dan salah satu pelatihannya, mengundang Ustadz Iqbal Hamzah Fansuri sebagai pembicara pada Ahad, (02/08/2026) di Masjid Kembar Putri Pondok Pesantren Al-Ishlah.
Baca Juga: Training of Leadership: Memahami Sebelum Memimpin, Bekal Menjadi Pemimpin yang Dicintai
Memulai pemberian materi, narasumber mengutip surat An-Nisa ayat 58, yang menyimpan makna bahwa kepemimpinan adalah Amanah, “Amanah itu sudah diberi lebih dulu sebelum menjadi pemimpin bagi yang lain, yaitu menjadi pemimpin bagi diri sendiri.”
Selanjutnya, Alumnus Pondok Pesantren Al-Ishlah tersebut mengajak peserta TOL (Training of Leadership) untuk mengenal diri dengan memberikan sejumlah pertanyaan seputar kepemimpinan.

Pemateri melanjutkan, bahwa kepemimpinan bukan dimulai ketika orang lain mengikuti seseorang. Melainkan ketika orang tersebut mampu menjaga amanah meski tidak ada yang melihat. Menekankan bahwa semua perbuatan harus dilaksanakan atas dasar Allah semata.
Baca Juga: Merah Putih dalam Kreativitas: Semarak Lomba Mewarnai Gipsum Grujugan
Terdapat pula 4 pilar kepemimpinan Rasulullah saw., yakni shiddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan), dan fathanah (cerdas). Selain itu, kepemimpinan yang berlandaskan syariat Allah tidak hanya akan meraih keberhasilan, tetapi juga keberkahan.
Tak hanya itu, Ustadz Iqbal pun mengingatkan peserta TOL tentang beberapa kesalahan yang sering dilakukan seorang pemimpin. Seperti merasa paling tahu, sulit menerima kritik, sering memerintah akan tetapi jarang memberi contoh, serta jarang memberi apresiasi.
Baca Juga: Debut Langsung Juara! SD Plus Al-Ishlah Raih Juara Gerak Jalan Kabupaten Bondowoso
Adapun faktor kedua yang membersamai sikap kepemimpinan adalah kemampuan manajemen yang baik, “Seorang pemimpin harus bisa mengelola waktu, emosi dan prioritas dengan baik serta berkarakter disiplin dan integritas. Jangan bercita-cita jadi orang paling terkenal di pondok. Bercita-citalah menjadi orang paling bermanfaat. Karena nama yang dikenal orang bisa terlupakan, tetapi manfaat yang kita berikan akan selalu dikenang,” pungkasnya.

Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat, dan sesi foto bersama. Diharapkan, seluruh peserta TOL dapat menyerap materi yang telah diberikan dengan baik serta mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Reporter: Faiza Karimatuz Zahida
Fotografer: Intana Lady F.H.
Editor: Qonita Husna Zahida




