
Bondowoso, Media Al-Ishlah – Ahad, (08/02/2026) Menjadi hari kedelapan pelaksanaan pembekalan da’i dalam Program Dakwah Qurowiyah Pondok Pesantren Al-Ishlah. Pada kesempatan tersebut, tema yang diangkat adalah “Public Speaking dan Retorika Dakwah” yang disampaikan oleh Ustadz Dr. H. Febry Suprapto, M.Pd.I.
Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa tujuan dakwah bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi menggerakkan hati dan mendorong terjadinya perubahan. Menurutnya, public speaking yang baik, mampu membangkitkan semangat, menyentuh emosi, serta menumbuhkan kesadaran dalam diri mad’u.
Baca Juga: Makna Shalat di Tengah Perkembangan Zaman
Ia juga menyampaikan pentingnya perencanaan dalam berdakwah dengan mengutip ungkapan, “Siapa yang gagal dalam perencanaan, maka ia sedang merencanakan kegagalan.” Oleh karena itu, seorang da’i harus mampu mempersiapkan materi dengan matang, memahami kondisi, serta menyesuaikan gaya penyampaian dengan karakter audiens.

Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta menanyakan strategi dakwah di kalangan anak muda. Menanggapi hal tersebut, ia menjelaskan bahwa anak muda cenderung alergi terhadap nada yang menghakimi. Karena itu, pendekatan dialogis lebih efektif dibandingkan ceramah satu arah. Mereka lebih mudah menerima ajakan yang disampaikan dengan empati daripada tekanan atau kritik yang keras.
Baca Juga:Menguatkan Skill Berbahasa Santri di Bulan Penuh Berkah
Sebagai contoh, ia menyebutkan salah satu da’i yang dikenal berhasil berdakwah di kalangan anak muda, yakni Ustadz Hanan Attaki, Lc., yang mampu menghadirkan pendekatan yang relevan dan komunikatif sesuai dengan karakter generasi muda.
Reporter: Rizal Dwi Arifaldana
Fotografer: Alief M. Halid
Editor: Qonita Husna Z.




